Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19PERISTIWA

PPKM Level 3 Berlaku, Kegiatan Masyarakat Bone Bolango Dibatasi Pukul 18.30

×

PPKM Level 3 Berlaku, Kegiatan Masyarakat Bone Bolango Dibatasi Pukul 18.30

Sebarkan artikel ini
Petugas berjaga di perbatasan Bone Bolango.
Petugas berjaga di perbatasan Bone Bolango.

Dulohupa.id-Pemerintah Bone Bolango sejak Selasa, 27 Juli 2021 kemarin, telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Karena itu, kegiatan masyarakat dibatasi hanya sampai pukul 18.00 Wita atau pukul 6 sore.

“Hari ini kita mulai ada penertiban protokol kesehatan bagi masyarakat di saat pemberlakuan PPKM level 3. Jam kegiatan masyarakat mulai dari pukul 6 pagi hingga 6 sore dan ini diberlakukan mulai tanggal 27 Juli sampai dengan tanggal 2 Agustus 2021,” ujar Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli saat meninjau pelaksanaan PPKM Level 3 di perbatasan wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Rabu (28/7/2021).

Merlan S. Uloli menambahkan, penertiban ini dilakukan di empat titik perbatasan, yaitu Kelurahan Pauwo, Matobonebol, Kecamatan Tapa, dan Desa Ayula.

Merlan S. Uloli mengatakan, dengan adanya penertiban ini masyarakat yang bukan penduduk Kabupaten Bone Bolango diimbau untuk tidak masuk ke wilayah Bone Bolango. Sementara untuk warga Bone Bolango akan tetap dibolehkan masuk.

“Dengan adanya pemberlakukan PPKM Level 3 ini kami berharap kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah demi mengurangi kerumunan dan orang berkumpul guna meminimalisir penyebaran covid-19,”kata Merlan.

Selain melakukan penertiban protokol kesehatan, Merlan S. Uloli, mengungkapkan pihaknya turut melibatkan petugas kesehatan dalam rangka melakukan swab antigen bagi para pelanggar protokol kesehatan dan orang yang mencurigakan.

“Bagi yang tidak memakai masker dan melanggar protokol kesehatan akan dilakukan swab antigen di tempat dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi di Mess Haji Gorontalo bagi yang orang tanpa gejala serta perawatan di Rumah Sakit Toto Kabila bagi orang yang bergejala,”ungkap Merlan.

Ia pun berharap masyarakat Bone Bolango ikut prihatin terhadap penyebaran Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat tersebut. Sebab ia menuturkan, jika terjadi lonjakan kasus, fasilitas kesehatan di Kabupaten Bone Bolango tidak akan mampu menampung pasien karena memang terbatas. 

“Kita hanya ada 51 tempat tidur di RSUD Toto Kabila dan sudah terisi 8 pasien karena pasien dari RSUD Aloei Saboe dirujuk ke RSUD Toto Kabila akibat sudah penuh. Ini peringatan keras bagi kita agar tidak main-main, remeh, abai dan lalai karena virus covid-19 masih ada. Kita ingin agar yang terjadi di luar daerah tidak terjadi di Bone Bolango,”harap Merlan.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Bone Bolango, Kompol Sudarsih mengatakan penertiban protokol kesehatan diikuti oleh personil gabungan yang terdiri dari TNI,Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terkait dengan penerapan protokol kesehatan di wilayah Bone Bolango.

Kompol Sudarsih menuturkan penyebaran covid-19 di Bone Bolango semakin hari semakin bertambah. Olehnya itu, ia berharap kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna  mengurangi penyebaran Covid-19. 

“Covid-19 ini masih ada dan korbannya sudah semakin banyak jangan sampai kita seperti daerah lain yang penyebarannya lebih parah dari kita,” tutur Kompol Sudarsih.**