Untuk Indonesia

Polres Gorontalo Dalami Kasus Persetubuhan di Bongomeme

Dulohupa.id– Satuan Reskrim Polres Gorontalo terus mendalami kasus dugaan persetubuhan yang terjadi di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Bunga (Nama samaran,red) yang saat ini telah melahirkan seorang bayi akibat peristiwa itu, telah menjalani tes DNA untuk mengungkap siapa pelaku dugaan kasus persetubuhan itu.

Kepada tim Dulohupa.id, Kasat Reskrim Polres Gorontalo, IPTU Muhammad Nauval Seno mengungkapkan, Kasus ini tengah dalam penanganan Polres Gorontalo. Hal ini seperti tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/320/XII/200/SPKT-ResGTLO.

Tapi sebelumnya menurut IPTU Nauval, pihak keluarga korban maupun terduga pelaku sudah melakukan musyawarah. Bahkan dalam pertemuan itu, Turut di hadiri oleh aparat desa setempat. Namun ternyata tidak mendapatkan titik terang.

“Kejadian itu bermula pada saat korban masih berusia 17 tahun, dan yang di laporkan itu adalah seorang pria berinisial YA (20),” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolri dan Panglima TNI Saksikan 1000 Personelnya yang Mengikuti Vaksinasi COVID-19

Namun demikian menurut IPTU Nauval, Terdua pelaku itu berjumlah tiga orang. Masing-masing IH (19), AA (31), dan YA (20). Namun yang di laporkan oleh ayah korban hanya satu orang, yakni YA.

Hingga saat ini, Penyidik Reskrim Polres Gorontalo telah melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut. Antaranya, Melakukan tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Karena dari tiga terduga itu tidak ada satu pun yang mengakui perbutan tersebut.

“Untuk terduga pihak kami sudah melakukan pemeriksaan, tapi menolak mengakui perbuatan itu, bahkan berani bersumpah tidak melakukan hal tersebut. Tapi pihak kami masih akan menyelidiki lebih lanjut untuk melalui tes DNA,” pungkasnya.

Sementara itu, Saat ini menurut IPTU Nauval, Setelah 21 hari pasca melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Bunga (Korban,red) ternyata sudah melahirkan anak yang merupakan buah dari kasus persetubuhan itu.

Baca Juga:  Kapolri dan Panglima TNI Saksikan 1000 Personelnya yang Mengikuti Vaksinasi COVID-19

 

Redaksi: Fandiyanto Pou

Comments are closed.