Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Polisi Bekuk Terduga Jambret HP dan Tas Milik Pengguna Jalan di Gorontalo

208
×

Polisi Bekuk Terduga Jambret HP dan Tas Milik Pengguna Jalan di Gorontalo

Sebarkan artikel ini

DULOHUPA.ID – Terduka pelaku pencurian yang sering beraksi di Gorontalo, dengan modus merampas handphone dan tas para pengguna jalan akhirnya tertangkap. Terduga pelaku pencurian yang berinisial “MAP alias Andika diringkus anggota Tim Wata-watanga  Polres Bone Bolango di perbatasan Gorontalo Dan Sulawesi  Utara.

Terduga pelaku merupakan warga kelurahan Pabean, Kecamatan Hulondalangi, Kota Gorontalo. Dirinya sering  beraksi di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Pelaku berhasil diringkus Tim Wata-watanga  Polres Bone Bolango di perbatasan Gorontalo Dan Sulawesi  Utara tepatnya di depan Mapolsek Atinggola Gorontalo Utara pada minggu (08/09/19)

Sebelumya Tim Wata-watanga Polres Bone Bolango, melakukan Pengejaran Terhadap Pelaku Hingga Kewilayah Manado, Sulawesi utara, dipimpin kanit buser Bripka Kris David Aler dan tiga anggotanya.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat dan penyelidikan tim wata-watanga, sehingga keberdaan pelaku diketahui berada di Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Tim kami melakukan pengejaran hingga ke Manado, tapi setibanya di Manado pelaku sudah menuju ke Gorontalo, sehingga tim kami meminta bantuan petugas Polsek Atinggola untuk mencegat mobil yang di kendari pelaku” jelas Bripka R.Alfadh Kumaunang, Anggota Reskrim Polers Bone Bolango pada juma pers senin (09/09/19)

Dari hasil introgasi penyidik, pelaku mengakui sering beraksi di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

“Untuk di Bone Bolango sendiri ada tujuh TKP yang dilaporkan masyarakat, namun baru dua yang kita lakukan tahap pemeriksaan karena masih akan dikaitkan dengan pihak pihak terkait” tambah bripka R.alfadh kumaunang

Kini pelaku telah dilakukan penahanan di Mapolres Bone Bolango, dan di jerat dengan pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 9 Tahun kurungan penjarah. ( DP/01)