Untuk Indonesia

Polda Gorontalo Tetapkan Tujuh Orang Sebagai Tersangka Pengeroyok Anggota TNI

Dulohupa.id- Polda Gorontalo telah resmi menetapkan tujuh orang sebagai tersangka pengeroyokan terhadap anggota TNI pada Senin (1/2) dini hari kemarin. Dari jumlah tersebut, enam orang telah resmi ditahan, sementara satu orang lainnya sementara menjalani perawatan.

Secara rinci Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Wahyu Tri Cahyono mengungkapkan, bahwa dari hasil penyelidikan Ditreskrimum, bahwa pelaku yang melakukan pengeroyokan berjumlah sembilan orang, dan sudah ada delapan orang yang berhasil diamankan. Namun, dari delapan orang tersebut, satu orang masih berstatus saksi, sementara tujuh orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan dari keterangan para saksi, ada sembilan orang terduga pelaku berada di TKP saat persitiwa penganiayaan tersebut terjadi. (Jadi) bukan 12 atau pun 10 orang sebagaimana yang isu yang berkembang di luar. Dari sembilan orang tersebut, delapan orang sudah diamankan di Polda Gorontalo,” ungkap Wahyu.

Adapun tujuh orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah RD, BP, SL, SK, HI, MP dan MD. Sementara satu orang lainnya, saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Wahyu pun berpesan, agar semua pihak bisa menahan diri dan mempercayakan kepada Polda Gorontalo untuk melakukan penyidikan terhadap kasus yang terjadi.

”Tentunya kita semua menyesalkan atas terjadinya peristiwa penganiayaan terhadap anggota TNI ini, sehingga berdampak terhadap nama Provinsi Gorontalo yang selama ini dikenal sebagai daerah yang aman, oleh karenanya diharapkan semua pihak dapat menahan diri, bapak Kapolda beserta Danrem 133 /NWB bersinergi dan saling koordinasi melakukan langkah-langkah untuk menjaga kamtibmas di wilayah Propinsi Gorontalo tetap aman dan kondusif,” tegas Wahyu.

“Jangan ada pihak-pihak lain yang asal memberikan komentar yang justru dapat memperkeruh suasana, mari sama-sama kita jaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” pesan Wahyu.

Reporter: Mega

Comments are closed.