Dulohup.id – Kasus pemerasan dan persetubuhan terhadap mahasiswi yang diduga melibatkan oknum anggota polisi di Bone Bolango terus berlanjut.
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya sebaik mungkin untuk menyelesaikan kasus ini.
“Kasus ini sudah diproses sejak awal dilaporkan. Saat ini, Propam Polda Gorontalo telah menyelesaikan 90% dari penyelidikan yang diperlukan,” ungkap Desmont.
Ia menambahkan bahwa lebih dari tujuh saksi telah dimintai keterangan dan semua bukti yang relevan sudah terkumpul.
Seperti yang diinformasikan sebelumnya, proses penyidikan kasus ini semakin mendekati penyelesaian.
Polda Gorontalo berjanji akan memberikan informasi terbaru mengenai jadwal sidang kode etik atau sidang disiplin untuk oknum polisi yang terlibat. Desmont berharap agar keluarga korban dapat bersabar menunggu hasil penyelidikan.
“Kami mohon untuk tetap bersabar agar proses ini bisa berjalan dengan baik. Semua bukti dan saksi telah kami mintai keterangan, dan kami pastikan tidak salah dalam mengambil keputusan,” tutupnya.
Sebelumnya seorang oknum polisi yang terlibat dalam dugaan pemerasan dan persetubuhan terhadap seorang mahasiswi yang awalnya ditangani di Mapolres Bone Bolango telah dilimpahkan ke Mapolda Gorontalo.
Meskipun kasus ini sudah berada di Polda, keluarga korban merasa prosesnya terhenti sejak dilaporkan ke Polres Bone Bolango pada akhir Mei 2025. Mereka menganggap bahwa penyelidikan yang seharusnya bergerak cepat justru hanya berada di tahap awal.
Merasa keberatan, keluarga korban mendatangi Polda Gorontalo Senin, (25/8/2025). Mereka mengamuka dan meminta agar terduga pelaku diproses hukum. Ibu korban sempat menemui Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs Widodo, untuk menyampaikan keluhan dan harapan mereka.
“Pak Kapolda, tolong saya, tolong anak saya,” ungkapnya dengan penuh emosi di hadapan Kapolda dan beberapa pejabat utama Polda Gorontalo.
Ibu korban memohon agar Kapolda memberikan titik terang mengenai perkembangan laporan yang telah diajukan sejak bulan Mei.
“Saya mohon, di mana titik terangnya? Saya mohon tanggung jawabnya,” tambahnya dengan suara bergetar, dan penuh tangis.
Dalam suasana yang penuh harapan, ibu korban berteriak meminta keadilan dan tanggung jawab dari pihak kepolisian.
“Di mana tanggung jawab anda sebagai penegak hukum, pak? Itu anak saya!” serunya, mencerminkan keputusasaan dan harapan akan keadilan bagi putrinya.
Baca Juga: Kronologi Oknum Polisi di Bone Bolango Diduga Setubuhi Mahasisiwi
Reporter: Maya












