Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEPolda Gorontalo

Polda Gorontalo Bakal Razia Besar-besaran di Seluruh Tambang Emas Ilegal

×

Polda Gorontalo Bakal Razia Besar-besaran di Seluruh Tambang Emas Ilegal

Sebarkan artikel ini
Tambang Ilegal Gorontalo
Tambang Emas Ilegal di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. foto/Hendrik Gani

Dulohupa.id – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo bakal melakukan razia besar-besaran terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di seluruh daerah di Provinsi Gorontalo. Hal itu disampaikan Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Widodo SH.,MH saat melihat langsung kondisi sungai di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Selasa (13/1/2026).

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo mengaku setelah menganalisa dan melihat langsung. Dirinya menyadari bahwa ternyata tambang emas ilegal yang mengakibatkan banjir di Kabupaten Pohuwato selama ini.

Sebab kata dia, jika dilihat dari puncak ketinggian di perusahaan Merdeka Resources Tbk dan dipantau melalui drone terlihat bahwa aliran sungai di Desa Hulawa yang rusak yang mengakibatkan penumpukan sedimentasi bersumber dari aktivitas tambang emas ilegal.

“Saya turun langsung kesini. Saya melihat melalui drone apa yang dilakukan oleh PETI itu, pembuangannya kemana kita bisa lihat. Jadi saya bisa jawab langsung bahwa penyebab banjir bersumber dari PETI. Sehingga nanti kita akan melakukan operasi (Penertiban) lebih besar lagi,” ungkap Irjen Pol Widodo.

Irjen Pol Widodo juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Pohuwato, TNI dan unsur yang terlibat telah melaksanakan penertiban tambang emas ilegal yang sudah sangat baik.

“Sebelumnya operasi kewilayahan dari polres sudah terlaksana dan hasilnya Alhamdulillah bagus. Nanti kami dengan gambaran itu mengevaluasi untuk (penertiban) yang lebih jauh dan lebih besar,” ujarnya.

Tak hanya di Kabupaten Pohuwato, Kapolda Gorontalo juga mengaku akan melakukan penertiban tambang emas ilegal di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo pada umumnya.

Dirinya juga mengaku akan melihat kembali alur dari pekerjaan tambang emas ilegal tersebut dan batas-batas wilayah dari perusahaan dimana, sehingga nanti dalam operasi besar besaran selanjutnya kata Irjen Pol Widodo bisa menjangkau pertambangan emas ilegal yang lebih jauh dengan jumlah personil yang lebih besar lagi.

“Tadi dari drone jelas sekali. Kita saat ini tengah melakukan pemetaan terlebih dahulu. Terlihat dari drone dimana yang masih ada pekerjaan dimana tenda-tenda milik penambang ilegal masih ada, dan juga tempat ngumpetin alat berat excavator. Tadi semua kita lihat jelas,” ujarnya.

Terlihat juga pembuangan sedimentasi yang tidak tertata mengakibatkan air bercampur lumpur, merkuri langsung menuju ke aliran sungai yang muaranya berdampak juga pada masyarakat luas.

“Dari penglihatan kubangan-kubangan yang ada diakibatkan oleh PETI. Suatu saat di musim kemarau ini akan menimbulkan sumber penyakit seperti malaria dan DBD. Ujung-ujungnya yang kena ya masyarakat yang di bawah.

Reporter: Hendrik Gani