Untuk Indonesia

Pohuwato Zona Hijau, PPKM Kini Turun Level 1

Dulohupa.id- Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Irfan Saleh, mengungkapkan bahwa kabupaten berjulukan Bumi Panua tersebut, kini berstatus zona hijau penyebaran Covid-19. Karena itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah itu turun ke level 1. 

“Pohuwato sudah zona hijau, dan sudah berada di level 1,” kata Irfan menegaskan. 

Meski begitu, pada akhir tahun nanti kemungkinan pemerintah pusat akan memperketat aktivitas masyarakat di wilayah itu pada akhir tahun. Kata dia, bisa saja PPKM akan dinaikan ke level 3. Adapun hal itu karena adanya kekhawatiran pemerintah akan melonjaknya kasus Covid-19. 

Baca Juga:  Pemda Pohuwato Ingatkan Warga Waspadai Rekrutmen Perusahaan Sereh Wangi

“Kalau itu memang kita mendengar di berita, tapi belum ada informasi resmi dalam rangka menghadapi hari natal dan tahun baru,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu (20/11/2021).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dalam siaran pers pada 18 November 2021 mengatakan, bahwa pihaknya akan menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia.

Meskipun belum ada informasi resmi, Irfan menjelaskan, bahwa jika nanti hal itu diberlakukan, yang jelas tujuan dari pemerintah adalah untuk mengendalikan situasi pandemi saat ini. 

“Karena memang situasinya, pandemi seperti ini sulit sekali untuk diprediksi, karena dia (Covid-19) bergelombang, kadang-kadang dia redah, kadang-kadang muncul lagi, tinggi,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemda Pohuwato Ingatkan Warga Waspadai Rekrutmen Perusahaan Sereh Wangi

Ia juga mengatakan, Benua Eropa saat ini tengah mengalami gelombang ke 3 pandemi Covid-19. Ia pun berharap agar situasi seperti itu tidak merembet ke wilayah Indonesia.

“Kita sudah cukup senang dengan situasi sekarang, mari itu kita pertahankan, dan tetap tidak boleh lalai, tetap harus memakai masker dan ikhtiar sering mencuci tangan, ketika di tempat-tempat banyak orang berkumpul kita mengatur jarak,” pungkas dia. 

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.