Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB POHUWATOPERISTIWA

Pohuwato Gunakan Dana PEN Rp 146 Miliar untuk Perbaikan Jalan

×

Pohuwato Gunakan Dana PEN Rp 146 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Pohuwato, Rudiyanto Mokodompit saat ditemui sedang mengawas pekerjaan jalan diruas jalan blok plan/istimewa
Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Pohuwato, Rudiyanto Mokodompit saat ditemui sedang mengawas pekerjaan jalan diruas jalan blok plan/istimewa

Dulohupa.id- Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pohuwato sebesar Rp 146 miliar, mulai digunakan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan.

Pada Jumat (5/11/2021), perbaikan sejumlah ruas jalan di Blok Plan Perkantoran Marisa, mulai dikerjakan.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU Pohuwato, Rusdiyanto Mokodompit menjelaskan, bahwa hanya untuk jalan saja, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 146 miliar. Sementara sisanya RP 7 miliar, digunakan untuk perbaikan saluran air atau drainase. 

“Dana yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah ke PT. MSI dan mendapat anggaran 152 miliar. Dana tersebut terbagi atas jalan Rp 146 miliar dan drainase untuk penanganan banjir kurang lebih Rp 7 miliar,” ungkap Rusdiyanto saat ditemui belum lama ini.

Tidak hanya jalan di kawasan Blok Plan Perkantoran Marisa, kata Rusdianto, dana ratusan miliar itu nantinya juga akan digunakan untuk memperbaiki jalan di sejumlah kecamatan di wilayah tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan peninjauan kembali untuk jalan yang harus diperbaiki. 

“Dari sekian dana yang ada untuk pembangunan jalan itu terbagi di semua kecamatan secara merata, tergantung tingkat kerusakan jalan itu sendiri,” ujarnya.

Sambung Rusdiyanto, dirinya mengaku total panjang perbaikan jalan di seluruh Kabupaten Pohuwato sendiri mencapai 65 kilometer. Sedangkan untuk kawasan Blok Plan Perkantoran Marisa, panjangnya mencapai 10 km. Termasuk di dalamnya trotoar dan marka jalan. 

“Untuk Kabupaten Pohuwato sendiri itu mendapat 65 km dan untuk blok plan sendiri kurang lebih 10 km jalan termasuk trotoar dan marka jalan,” rinci Rusdianto. 

Ia pun menjelaskan, bahwa memang pengerjaan jalan yang dilakukan saat ini, sudah terhitung molor. Sebab karena pandemi, anggaran masuk dalam refocusing. 

“Akibat adanya refocusing di Kabupaten Pohuwato, tentu mempengaruhi terhadap alokasi anggaran untuk infrastruktur,” tutupnya.

**