Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

PMII Pohuwato Mengultimatum Kapolres Pohuwato Usut Tuntas Aparatnya yang Represif Kepada Pedemo

Dulohupa.id – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pohuwato mengultimatum Kapolres Pohuwato, Tedy Rayendra, untuk menuntaskan kasus tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada anggota PMII Pohuwato, saat melakukan aksi tolak Omnimbus Law beberapa waktu lalu. Sebab, dalam kejadian tersebut, salah satu dari anggota PMII Pohuwato terluka di bagian kepala.

“Kami meminta kepada Kapolres Pohuwato untuk menuntaskan kasus tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada anggota PMII Pohuwato, ” tegas Azis, saat bertemu dengan Kapolres Pohuwato, Teddy Rayendra, di sekretariat PMII Pohuwato, Rabu (14/10/2020) sore.

Meski telah dijelaskan oleh Kapolres, bahwa yang terlapor dugaan pelaku pemukulan pada aksi kemarin sudah diamankan dan sedang dilakukan proses pemeriksaan, Azis tetap ngotot agar kasus ini tidak didiamkan begitu saja oleh pihak kepolisian.

“Kami berharap pak (kapolres), pelaku agar diusut tuntas, dan ke depan ini jadi pembelajaran agar tidak terjadi lagi kasus tindakan represif dari aparat kepada pendemo, ” tutur Azis lagi.

Dalam penanganan kasus tindakan kekerasan tersebut, Azis juga memberikan jangka waktu sebulan kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan dan pelaku pemukulan agar segera diberikan sanksi.

“Dan kami memberikan waktu sebulan, untuk penuntasan kasus tindakan kekerasan kemarin,” tegas Azis lagi.

Menanggapi itu, Teddy mengungkapkan bahwa terlapor atau yang bersangkutan sudah diamankan dan sudah ditahan. Penahanan itu untuk proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan masih kami tahan untuk proses pemeriksaan. Saya juga secara pribadi dan mewakili terlapor meminta maaf atas insiden tersebut, dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, ” harap Teddy di depan anggota PMII Pohuwato yang hadir.

Teddy juga menjelaskan, bahwa pihaknya tidak melarang ada unjuk rasa. Tugas dari kepolisian hanya mengamankan saja, apalagi soal fasilitas negara. Kami punya tanggungjawab untuk mengamankannya.

“Tujuan kami sebenarnya mengamankan. Mengamankan aset negara, pejabat negara, sehingga kita juga harus melaksanakannya, ” ungkapnya.

Lagian pula kata Teddy, tidak ada maksud dari pihak kepolisian untuk melakukan tindakan represif tersebut, hanya saja, mungkin ada komunikasi yang tidak terjalin dengan baik antara massa aksi dan aparat yang sedang mengamankan aksi.

Lagian, penanganan kasus kekerasan tersebut tidak harus membutuhkan waktu sebulan kata Teddy. Jika bisa, akan ia selesaikan secepatnya. Saat ini pihaknya menunggu berkas-berkas yang harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk proses pemeriksaan.

“Saya pastikan akan menuntaskan kasus pemukulan ini. Nggak akan nyampe satu bulan, kasus ini akan kami selesaikan secepat mungkin. Jadi adik-adik akan diundang saat sidangnya, dan sementara yang bersangkutan masih kami amankan dalam sel tahanan, dan dalam proses pemeriksaan juga, ” janji Teddy kepada anggota PMII Pohuwato yang hadir.

Secara pribadi, ia juga kecewa atas insiden pemukulan tersebut, dan mewakili institusi dan terlapor, Teddy minta maaf kepada korban.

“Saya minta maaf kepada Angky dan Awy, permohonan maaf ini mewakili institusi dan yang bersangkutan terduga pelaku pemukulan, serta insiden ini akan kami jadi pembelajaran dan bahan evaluasi ke depan nanti, ” ujarnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau