Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPOHUWATO

Permohonan Tergugat Intervensi KUD Dharma Tani Marisa Ditolak

172
×

Permohonan Tergugat Intervensi KUD Dharma Tani Marisa Ditolak

Sebarkan artikel ini
KUD Dharma Tani
Irfan Slamet Bano selaku kuasa hukum Nurlaila Kadji dan Safitri Kadji.foto: Hendrik Gani

Dulohupa.id – Polemik IUP KUD Darma Tani masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo. Hal itu dikarenakan adanya gugatan dari anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa yang dilayangkan oleh Nurlaila Kadji bersama Safitri Kadji.

Gugatan tersebut bernomor register perkara 100/Pdt.G/2023/PN Gto, diajukan Nurlaila Kadji dan Safitri Kaji melalui kuasa hukumnya Afrizal Pakaya dan Irfan Slamet Bano.

Dalam gugatan itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato digugat karena mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Pohuwato nomor 99/BH/XXII.5/II/2015 tertanggal 23 Februari 2015 yang telah dicabut dan dinyatakan tidak sah berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Sementara Pemerintah Provinsi Gorontalo digugat karena mengeluarkan surat keputusan Gubernur Gorontalo tertanggal 4 September 2015 Perihal Keputusan nomor 351/17/IX/2015 tentang pengalihan izin usaha pertambangan operasi produksi KUD Dharma Tani kepada PT PETS itu dianggap melawan hukum.

Sedangkan Kementerian ESDM digugat karena mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Izin Usaha Produksi (IUP) nomor : 30/DPM-ESDM-TRANS/PER-IUP-OP/IV/2020.

Dari tiga lembaga yang digugat tersebut. Pihak KUD Dharma Tani melayangkan permohonan sebagai tergugat intervensi. Yang artinya KUD Dharma Tani ingin masuk dalam laporan sebagai tergugat. Namun hal itu ditolak oleh kuasa hukum Nurlaila Kadji dan Safitri Kadji.

Irfan Slamet Bano kuasa hukum Nurlaila Kadji dan Safitri Kadji menjelaskan permohonan tergugat intervensi yang dilayangkan KUD Dharma Tani Marisa dengan tegas ditolak. Hal itu telah di upload melalui sistim Pengadilan Negeri Gorontalo pada Kamis (2/11/2023).