Dulohupa.id- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo memeriksa 57 sampel makanan di kawasan Tower Pakaya Limboto, Kamis (15/4) sore.
Sebanyak 57 sampel makanan tersebut diambil dari pedagang takjil yang berada di sekitar kawasan tersebut. Hasilnya, “dari 57 sampel yang kita sudah cek, hasilnya semuanya negatif dan tidak ada satupun yang mengandung zat berbahaya seperti, Rhodamin B, Methanyl yellow,Boraks ataupun Formalin,” ungkap Kepala BPOM Gorontalo, Agus Yudi Prayudana.
Ia pun menjelaskan, bahwa pemeriksaan itu sendiri merupakan tindakan preventif, untuk melindungi masyarakat dari makanan yang mengandung bahan berbahaya.
“Kami (BPOM Gorontalo) hari ini turun bersama tim dari Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Perindag untuk memastikan keamanan pangan takjil yang akan dikonsumsi pada saat buka puasa di Kabupaten Gorontalo,” ungkap Agus.
Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk Kabupaten Gorontalo sendiri, pemeriksa sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni di Kecamatan Bongomeme, Kecamatan Limboto, dan di Kecamatan Telaga.
“Jadi Kabupaten Gorontalo sendiri itu ada tiga titik. Tapi karena lingkup kerja kita Provinsi Gorontalo, jadi semua kabupaten kita lakukan pemeriksaan. Alhamdulilah sudah beberapa titik yang kita lakukan pemeriksaaan dan belum ada satupun kita temukan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Jadi, aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan, bila nanti pihaknya menemukan ada makanan yang diperjualbelikan dengan kandungan bahan berbahaya, maka pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap penjual tersebut.
“Bila ditemukan ada pedagang yang menggunakan bahan berbahaya pada bahan makan yang mereka jual, maka kami akan melakukan pembinaan terlebih dahulu. Terus, kita berikan informasi yang jelas, agar ke depannya mereka tidak lagi melakukan kesalahan yang sama,” tandas Agus.
Reporter: Fandiyanto Pou











