Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Perangi Kebocoran Devisa, Pemerintah Resmikan Sistem Ekspor Satu Pintu Lewat PT DSI

×

Perangi Kebocoran Devisa, Pemerintah Resmikan Sistem Ekspor Satu Pintu Lewat PT DSI

Sebarkan artikel ini
Sistem Ekspor
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dok: Setpres

Dulohupa.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menghentikan distorsi perekonomian nasional yang dipicu oleh pelarian kekayaan negara ke luar negeri.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna Tengah Tahun di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia kehilangan potensi pendapatan hingga ribuan triliun rupiah setiap tahunnya. Kebocoran masif ini terjadi akibat maraknya praktik ilegal yang terorganisir di sektor perdagangan komoditas strategis.

Kepala Negara memaparkan bahwa modus operandi yang paling sering ditemukan meliputi praktik under-invoicing atau pemalsuan laporan nilai perdagangan, transfer pricing, serta penyelundupan langsung. Selain itu, aktivitas illegal mining (pertambangan liar) dan illegal logging (penebangan liar) turut memperparah pendarahan ekonomi di dalam negeri.

“Pemerintah berkomitmen penuh untuk menghentikan distorsi perekonomian nasional yang dipicu oleh pelarian kekayaan negara ke luar negeri. Indonesia kehilangan potensi pendapatan hingga ribuan triliun rupiah setiap tahunnya akibat kebocoran masif dari praktik ilegal yang terorganisir di sektor perdagangan komoditas strategis. Fenomena seperti under-invoicing, transfer pricing, penyelundupan, serta illegal mining dan illegal logging merupakan ketidakadilan nyata bagi seluruh rakyat yang seharusnya menikmati hasil bumi nusantara,” tegas Presiden Prabowo.

Guna menyudahi kebocoran tersebut, pemerintah mengambil langkah ekstrem dengan meluncurkan sistem ekspor satu pintu yang dikelola secara terpusat. Instrumen utama dari kebijakan ini adalah pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) pada 20 Mei lalu, yang telah beroperasi secara penuh sejak 1 Juli.

Melalui badan ini, negara kini memegang kendali penuh untuk memantau volume ekspor, tujuan penjualan, kepastian harga, hingga memastikan devisa hasil ekspor (DHE) benar-benar kembali ke sistem perbankan dalam negeri.

Meskipun sempat diwarnai keraguan dari berbagai pihak di awal peluncurannya, efektivitas kebijakan baru ini mulai membuahkan hasil yang signifikan. Dalam kurun waktu satu setengah bulan beroperasi, PT DSI dilaporkan telah sukses mengelola devisa negara sebesar lebih dari 10,5 miliar dolar AS.