Penulis: Nurhayati J. Tokulo
(Mahasiswa Jurusan PGPAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, UNG)
Pancasila sendiri merupakan dasar tatanan negara Indonesia. Pancasila sebagai landasan moral dan nilai terpenting bangsa Indonesia, memiliki nilai-nilai yang membantu manusia berpikir dan bertindak dengan baik. Pancasila adalah suatu ideologi yang dipegang erat bangsa Indonesia.
Istilah Pancasila diperkenalkan oleh sosok Ir Soekarno atau Bung Karno dalam sidang BPUPKI. Pancasila sebagai dasar negara kemudian ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 alinea IV. Sehingga, telah menjadi kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia untuk menjunjung tinggi Pancasila dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berperilaku sehari-hari.
Menjadi sebagai acuan kehidupan masyarakat, maka kita wajib mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan masyarakat.
Dalam pendidikan Pancasila, empat pilar pendidikan menurut UNESCO menjadi salah satu rujukan dalam prosesnya, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together (Delors, 1996).
Saat ini, permasalahan yang muncul di negara ini yaitu pudarnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena adanya permasalahan ini maka pendidikan Pancasila penting untuk diajarkan, terlebih terhadap generasi muda.
Pendidikan Pancasila terhadap generasi muda ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan masyarakat. Seperti contoh di lingkungan perguruan tinggi (kampus) bisa lebih memperkuat nilai-nilai Pancasila sehingga mahasiswa (generasi muda) dapat memahami makna Pancasila sebagai ideologi negara, sebagai pengembangan karakter luhur dalam pemikiran serta sikap, mempunyai sikap toleransi yang tinggi, menjadi pemecah kebuntuan yang melahirkan solusi terhadap persoalan kehidupan bermasyarakat.
Jika karakter generasi muda tak diperkuat implementasinya, niscaya masalah besar akan timbul. Sehingga, penguatan pendidikan Pancasila terhadap generasi muda tak lain untuk mengokohkan modalitas akademik serta membangun pemahaman masyarakat.
Pancasila sebagai Ideologi Bangsa, juga berperan untuk membentuk pribadi yang komitmen tinggi terhadap keberagaman, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, dan memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.
Bangsa Indonesia sendiri merupakan negara dengan beragam etnis, agama, tapi juga masih menyoal intoleransi yang cukup tinggi. Degradasi semangat toleransi dan kebhinekaan di kalangan masyarakat terlebih pada generasi muda. Tak mengherankan, jika sebagian masyarakat serta generasi muda cepat terpengaruh dengan masuknya ideologi-ideologi dari luar. Parahnya, ideologi-ideologi yang berasal dari luar ini seakan mengatakan anti terhadap Pancasila dan semangat kebhinekaan yang sudah lama bersemayam dalam kepribadian dan kebudayaan masyarakat.
Kontemporer, berkembangnya zaman tak terkelak. Generasi muda saat ini memiliki ketergantungan yang cukup terhadap perkembangan teknologi digital. Ketergantungan terhadap teknologi ini membuat generasi muda dapat dikatakan sebagai generasi yang sangat berbeda karakteristik dan memiliki keunikan tersendiri dalam menerima dan mentransfer segala informasi dan pengetahuan yang diperoleh jika dibanding generasi sebelumnya.
Tapi, sejumlah penelitian mengatakan bahwa anak muda saat ini merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh radikalisme dan tindakan intoleran ditengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial dan internet. Sebab, banyak informasi-informasi yang tidak difilter dan bahkan menjadi tidak terkendali.
Sehingganya, penanaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila mestinya telah difokuskan terhadap generasi muda. Dengan memanfaatkan metode-metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Diharapkan, generasi muda ini tidak bersifat partisipan dengan pembelajaran nilai-nilai Pancasila dan bersikap kritis terhadap pengaruh ideologi-ideologi radikal serta sikap-sikap intoleran.
Pancasila harus dapat dijadikan pegangan dan prinsip hidup generasi milenial Indonesia dalam menghadapi derasnya kemajuan teknologi modern saat ini. Generasi muda harus mampu mengamalkan Pancasila, bhineka tunggal ika dan nilai-nilai toleransi bangsa Indonesia agar tetap berdiri kokoh.











