Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PEMKAB POHUWATOPEMPROV GORONTALOPOHUWATO

Penjagub Minta Waktu Soal Pemberian Tali Asih Penambang Pohuwato

×

Penjagub Minta Waktu Soal Pemberian Tali Asih Penambang Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Penambang Pohuwato
Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya saat memimpin rapat Forkpimda di Pohuwato. foto: Hendrik Gani

Dulohupa.id – Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo menggelar rapat bersama untuk membahas konflik pertambangan emas di Pohuwato, Senin (25/9/2023).

Rapat bersama yang diselenggarakan di Dinas PU Kabupaten Pohuwato itu, dihadiri Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo, Ismail Pakaya, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Angesta Romano Yoyol, Dandrem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Totok Sulistyono, Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan⁩, Togap Simangunsong, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati, Suharsi Igirisa, Kapolres Pohuwato AKBP Joko Sulistiyono, dan Ketua DPRD, Nasir Giasi. Yang

Dalam rapat itu, salah satu yang dibahas adalah pemberian tali asih kepada para penambang yang memicu terjadinya konflik di Kabupaten Pohuwato. Sehingga para penambang melakukan aksi yang berujung rusaknya sejumlah fasilitas perusahan, kantor DPRD, rumah dinas bupati, dan terbakarnya kantor Bupati Pohuwato.

“Tali Asih ini kan yang menjadi salah satu pemicu. Salah satu yah.! Yang memicu aksi pada hari Kamis lalu,” ujar Gubernur Ismail Pakaya.

Atas permasalahan itu, Ismail Pakaya meminta waktu untuk menyelesaika tali asih bagi penambang yang nantinya akan dibicarakan dengan pihak perusahaan Pani Gold Project.

“Kami meminta waktu untuk penyelesaiannya. Karena kita harus bicarakan dengan pihak investor atau perusahaan. Nah, ini butuh waktu, dan mana kala sudah ada kesepakatan-kesepakatan tentu kita akan sampaikan ke teman-teman media. Jadi sekali lagi berih waktu ke pemerintah untuk memediasi, mendialogkan terkait aspirasi-aspirasi dari penambang dengan pihak perusahaan,” ungkapnya.

Reporter: Hendrik Gani