Dulohupa.id- Mengantisipasi kerumunan dalam perayaan pergantian tahun baru, Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Gorontalo, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra menegaskan jika pihaknya akan mulai menutup perbatasan antara Kota Gorontalo dengan Kabupaten Gorontalo, maupun dengan Bone Bolango mulai pukul 18:00 WITA.
“Polres di Gorontalo serentak akan melakukan penutupan serentak akses-akses jalan masyarakat yang akan melaksanakan kegaitan keluar malam. Khusus untuk di kota (Gorontalo), karena wilayah kota ini dengan Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango hampir satu areal, kita akan mulai tutup sekitar jam 18:00 WITA,” kata Pratama, Rabu (30/12).
Kemudian sebagai antisipasi lainnya kata dia, bahwa Polda Gorontalo juga telah menyiapkan tiga pos pertama penyangga di wilayah Kota Gorontalo. Yakni Pos Perlimaan Telaga, Pos Simpang Kota Barat, dan Pos Perbatasan Bone Bolango.
“Ini nanti pos ini akan bersinergi dengan wilayah yang berbatasan. Jadi polres di masing-masing perbatasan juga menggelar pos masing-masing. Pos berseblahan ini akan nantinya memberikan sosialisasi kepada warganya masing-masing,”
Selain itu, Pratama juga menyampaikan jika pihaknya juga mulai melakukan penutupan perbatasan Gorontalo dengan wilayah provinsi tetangga. Meski begitu, sistem penutupan tersebut tidak sama dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sebab ia menjelaskan, bahwa pihaknya tetap akan mengizinkan masuk warga Gorontalo yang pulang dari luar daerah, maupun warga provinsi lain yang akan pulang ke kampungnya.
“Kita akan memberikan toleransi bagi warga yang akan pulang menuju Gorontalo. Juga jika ada warga Sulawesi Tengah maupun Sulawesi Utara yang di Gorontalo akan kembali ke kampungnya, kita berikan toleransi. Jadi pembatasannya tidak semacam kita melakukan PSBB, tapi hampir seperti itu cara bertindaknya,” kata Pratama.
Ia pun meminta, agar masyarakat yang pada tahun-tahun kemarin biasa melaksanakan perayaan tahun baru, maka tahun ini agar kebiasaan itu ditunda. Sebab kata Pratama, kondisi kasus COVID-19 di Gorontalo semakin mengkhawatirkan. Kasus-kasus baru muncul setiap hari. Sehingga jika pihaknya tidak mengantisipasi, maka bisa jadi akan terjadi lonjakan kasus yang lebih besar lagi.











