Gorontalo – Semangat kebersamaan insan pers Gorontalo terlihat kuat dalam gelaran Temu Jurnalis Gorontalo 2026 yang berlangsung di kawasan Wombohe Jurnalis, Kota Gorontalo, Jumat (12/6/2026). Tak sekadar menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi pers di daerah.
Salah satu agenda utama yang menyita perhatian adalah pelantikan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Gorontalo periode 2026-2030. Kepengurusan baru yang dipimpin Melki Gani sebagai Ketua dan Fajri A. Kidjab sebagai Sekretaris tersebut sebelumnya terpilih secara aklamasi pada April 2026.
Pelantikan dilakukan langsung oleh perwakilan Pengurus Pusat AMSI, Agoes Perdana, yang menjabat sebagai Anggota Bidang Advokasi dan Regulasi Media. Momen tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo Muhamad Trizal Entengo, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro, Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan, serta para pimpinan organisasi pers dan insan media dari berbagai daerah.
Temu Jurnalis 2026 sendiri merupakan kolaborasi lima organisasi pers di Gorontalo, yakni AMSI, SMSI, JMSI, IJTI, dan PWI, yang bersatu dalam satu panggung untuk memperkuat profesionalisme dan soliditas jurnalisme di daerah.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo, Muhamad Trizal Entengo, menekankan pentingnya kehadiran jurnalis yang kritis, cerdas, dan berintegritas di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, tugas jurnalis tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan informasi yang diterima masyarakat telah melalui proses verifikasi dan pengujian yang memadai.
“Jurnalis harus mampu mengidentifikasi berbagai penyimpangan, mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan publik, serta mengungkap berbagai anomali yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Trizal juga mengingatkan bahwa profesi jurnalis menuntut sikap profesional dengan tetap menjunjung tinggi etika dan independensi.
“Jangan membawa kepentingan pribadi maupun kelompok. Tugas utama jurnalis adalah bekerja secara profesional untuk kepentingan publik,” tegasnya.
Sementara itu, usai melantik pengurus AMSI Gorontalo, Agoes Perdana menyoroti tantangan besar yang dihadapi media saat ini, yakni maraknya disinformasi dan hoaks di ruang digital.
Ia menegaskan bahwa media siber dan jurnalis harus berada di garis depan dalam menjaga kualitas informasi publik melalui peningkatan literasi digital dan praktik jurnalistik yang bertanggung jawab.
“Kami berharap AMSI dapat terus membangun kolaborasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah tanpa mengurangi independensi media maupun fungsi kontrol sosial pers. Yang harus dikedepankan adalah etika jurnalistik dan semangat membangun,” kata Agoes.
Di sisi lain, Agoes juga memberikan apresiasi terhadap konsep penyelenggaraan Temu Jurnalis 2026 yang dinilainya berbeda dari kegiatan serupa di daerah lain.
Menurutnya, suasana terbuka dengan latar hamparan persawahan memberikan nuansa yang unik sekaligus memperlihatkan kedekatan jurnalis dengan masyarakat.
“Biasanya kegiatan seperti ini dilakukan di hotel atau ruang tertutup. Di sini suasananya berbeda, lebih terbuka dan terasa kebersamaannya. Kekompakan dan soliditas jurnalis Gorontalo benar-benar terlihat,” ungkapnya.
Tak hanya pelantikan AMSI, Temu Jurnalis Gorontalo 2026 juga menjadi wadah berbagai agenda strategis lainnya. Diantaranya Musyawarah Daerah (Musda) IV IJTI Gorontalo, Musda II SMSI Gorontalo, serta Workshop Jurnalistik yang diikuti wartawan, pelajar, dan mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat, organisasi pers di Gorontalo memilih memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menjaga marwah jurnalistik sebagai pilar demokrasi dan penyedia informasi yang kredibel bagi masyarakat.











