Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Pencabutan Izin Usaha Dilakukan Jika Pengelola Tempat Keramaian Abai Protkes

DULOHUPA.ID- Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menegaskan akan memberikan sanksi kepada para pengelola tempat-tempat keramaian di Gorontalo, jika tidak menerapkan protokol kesehatan. Sanksi itu kata Rusli berupa pembatasan jam buka dan pencabutan izin usaha.

“Saya dan Forkompinda melihat masih banyak yang kurang mengikuti protokol kesehatan (Protkes) adalah Cafe pada malam hari rumah makan,warung kopi dan pada acara-acara pesta pernikahan, mereka tidak memakai masker, duduk berdampingan, tidak menjaga jarak dan ini sangat berbahaya,”ujar Rusli di rumah jabatanya, Selasa (17/11).

Tim yang telah dibentuk kata Rusli akan diturunkan untuk mendatangi tempat-tempat keramaian di Gorontalo. Sebut saja cafe, rumah makan atau restoran, warung kopi, maupun tempat-tempat yang menggelar acara dengan mendatangkan orang banyak.

“Bagi kami itu tidak apa-apa pukul 22:00 sampai 23:00 boleh (buka),tetapi mereka harus mentaati protkes semua pemilik maupun penjual menggunakan masker yang standar, menyiapkan tempat cuci tangan atau hand sanitizer serta jaga jarak,” kata Rusli.

Selain itu kata Rusli,”ketika pengunjung maupun pemilik kita lihat tidak patuh protkes,maka yang kita berikan sanksi ada dua, yaitu pemilik dari warung atau cafe kita cabut izinnya (pencabutan izin usaha), dan si pelanggar yang tidak patuh protkes juga akan kita beri sanksi,” tegas Rusli.

Adapun kasus COVID-19 di Provinsi Gorontalo saat ini telah melandai. Gorontalo bahkan menjadi provinsi di Indonesia yang mampu mencatatkan diri sebagai provinsi terendah persentasi kasus COVID-19.

Makanya, untuk dapat terus menjaga pencapaian itu, pihaknya akan bekerja keras, berupaya agar kasus-kasus baru tidak lagi terjadi.

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Yusuf Konoli