Dulohupa.id – Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Provinsi Gorontalo mengutuk keras tindak premanisme Umar Kei terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Pancasila, Arif Rahman yang terjadi di Gedung Kadin Indonesia pada Selasa, 17/9 kemarin.
Dalam konferensi pers pada Kamis 19/9, Rachmat Muhammad, selaku Sekretaris MPW PP Provinsi Gorontalo, mengutuk tindakan Premanisme tersebut dan mendesak jajaran Kepolisian melalui Kapolri juga Kapolda Metro Jaya untuk segera menangkap Umar Kei.
“Kami merasa tersinggung dan disakiti atas tindakan Umar Kei kepada Sekjen Pemuda Pancasila” terangnya.
Ia menjelaskan Doktrin yang dimiliki di Pemuda Pancasila, ketika salah satu anggota Pemuda Pancasila tersakiti atau dicubit maka kami seluruh Pemuda Pancasila se Indonesia merasakan sakit.
“Berikan kami keyakinan bahwa Polri tetap menjaga marwahnya untuk menindak dan segera menangkap Umar Kei jika ia tidak segera menyerahkan diri”tambahnya.
Informasi terakhir, kata Rachmat bahwa pihak kepolisian akan memanggil Umar Kei dalam rangka mempertanggungjawabkan tindakan premanisme terhadap Sekjen Pemuda Pancasila.
“Olehnya kami memberikan dukungan moril terhadap Sekjen, walaupun kami di Gorontalo tetapi jiwa dan hati kami berada di MPN untuk segera mengawal kasus ini,” jelasnya.
Seperti diketahui, bahwasanya Arif Rahman Sekjen Pemuda Pancasila juga menjabat sebagai staf khusus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026 menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh Umar Kei.
Dugaan pengeroyokan bermula saat Arif bersama staf khusus yang lain ditugaskan Arsjad Rasjid (Ketua Kadin Indonesia) untuk mengecek Menara Kadin Indonesia di Jalan Rasuna Said, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa (17/9/2024) kemarin.
Saat mendatangi tempat tersebut, Arif membawa surat kontrak penyewaan gedung Menara Kadin Indonesia atas nama Ketua Kadin Indonesia. Tetapi, di tempat tersebut, sejumlah puluhan orang tak dikenal kemudian menghadang Arif.
“Mungkin kurang lebih 50 orang atau 100 orang. Ternyata, di situ ada saudara Umar Kei, salah satunya. Dia sedang mem-briefing sekuriti kami yang ada di sana,” tutur Arif, Rabu (18/09/2024) dilansir dari Kompas.com.
Sesaat, Arif kemudian menghubungi adik ipar Ketua Umum Kadin versi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Anindya Bakrie, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, yang tengah berada di lantai 29 Menara Kadin Indonesia, untuk dimintakan turun menemuinya.
Setelah Taufan tiba, mereka termasuk Umar Kei berpindah ke ruangan rapat di lantai tiga Menara Kadin Indonesia. Saat berada di dalam gedung, pembicaraan kembali dilakukan, namun, menurut Arif, Umar Kei selalu menyela pembicaraannya. Oleh karenanya, Arif menyampaikan bahwa ini merupakan masalah internal Kadin Indonesia. Arif juga meminta ke semua pihak yang bukan berstatus anggota Kadin Indonesia untuk keluar dari ruangan.
Mendengar ucapan Arif, Umar Kei disebut tak terima. Dikatakannya, Umar Kei marah, berdiri, kemudian mengambil minuman kaleng Nescafe, langsung menimpuk ke arah mata Arif yang mengenai pelipisnya. Sementara, anak buah Umar Kei yang berada di sisi kiri langsung menyerang Arif.
Suasana seketika menjadi kacau dan bentrok antara kedua kubu tak terhindarkan. Atas hal tersebut, Arif melaporkan Umar Kei dan Taufan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pengeroyokan tersebut, dengan nomor laporan STTLP/B/5591/IX/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Reporter: Yayan












