Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Pemprov Riau Tertarik Belajar Pelaksanaan Pasar Murah Gorontalo

64
×

Pemprov Riau Tertarik Belajar Pelaksanaan Pasar Murah Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Tim Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau dengan Wagub Gorontalo H. Idris Rahim di ruang kerja Wagub kompleks Gubernuran Gorontalo, Jumat (1/11/2019). (Foto : Haris – Humas)

Dulohupa.id – Tertarik dengan program pasar murah yang diselengrakan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Secara khusus Pemerintah Provinsi Riau mengutus tim Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM untuk menggali Informasi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa, saat bertatap muka dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim Jumat (1/11/2019) mengaku sengaja diutus oleh Gubernur Provinsi Riau untuk mepelajari program pasar murah yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.

“Gubernur kami menilai program pasar murah bahan kebutuhan pokok dengan harga serba Rp5 ribu yang dilaksanakan oleh pak Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo sangat bagus untuk membantu masyarakat miskin”

Yulwiriati menjelaskan, poin penting yang ingin dipelajari oleh Pemprov Riau yaitu terkait mekanisme dan aturan perundang-undangan terkait dengan pengelolaan pasar murah. Diutarakannya, pasar murah akan menjadi salah satu program inovatif yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Riau.

“Program pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo sangat bagus. Kami belajar bagaimana mekanisme dan pengelolaannya berdasarkan aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim mengatakan, pasar murah merupakan salah satu strategi Pemprov Gorontalo dalam upaya menurunkan kemiskinan di Provinsi Gorontalo. Sejauh ini, pelaksanaan bakti sosial NKRI Peduli yang terintegrasi dengan pasar murah bahan kebutuhan pokok sudah dilaksanakan sebanyak 136 kali di seluruh desa dan kelurahan di wilayah Provinsi Gorontalo. Pelaksanaan pasar murah terbukti berhasil menurunkan kemiskinan di Provinsi Gorontalo dari 17,14 persen pada tahun 2017 menjadi 15,52 persen pada Maret 2019.

 

“Atas keberhasilan itu pak Gubernur mendorong kabupaten/kota untuk turut menganggarkan pasar murah agar upaya penurunan kemiskinan di Gorontalo bisa dipercepat,” terang Idris.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Muhammad Nadjamudin mengucapkan rasa syukur atas pelaksanaan pasar murah yang memperoleh penilaian yang sangat baik di tingkat nasional dan menjadi sasaran studi tiru dari beberapa daerah di Indonesia.

“Ini menjadi semangat bagi kami untuk melaksanakan pasar murah lebih intensif lagi. Kepada Pemprov Riau kami sudah memberikan aturan tentang prosedur pasar murah termasuk dokumentasi pada beberapa kegiatan pasar murah,” pungkasnya. (Rls )