Dulohupa.id- Pemerintah Kota Gorontalo terus berupaya menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kota Gorontalo. Sejauh ini kata Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Gorontalo masih jauh dari target Global SDGs yaitu 229,9 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH).
“Kota Gorontalo saat ini masih jauh dari target, (AKI) kita masih berada pada 229,9 per 100.000 KH untuk kemudian diturunkan menjadi 183 per 100.000 sesuai Global SDGs.” ujar Marten saat memberikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi teknis bidang kesehatan di Ballroom Swiss Belhotel Maleosan Manado.
Tidak hanya Angka Kematian Ibu saja yang menjadi perhatian, Angka Kematian Neonatal, Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA) pun, menjadi perhatian meskipun sesuai data sudah mencapai target tahun 2024.
“Khusus untuk angka kematian neonatal, bayi, dan balita memang sudah mencapai target. Namun ini bukan berarti menjadikan kita mengenyampingkan persoalan ini. Sebab ini akan berpengaruh ke sektor lain” ungkap Marten.
Marten juga menerangkan bahwa untuk menurunkan angka kematian neonatal, bayi, dan balita perlu meningkatkan layanan yang bermutu serta sistem rujukan yang sistematis dan terstruktur antar FKTP dan FKRTL.
Sementara itu, penginputan e-PPGBM di Kota Gorontalo menunjukan persentase balita dengan berat badan kurang (Underweight) sebesar 8,4 persen, kemudian untuk balita pendek (stunting) 8,0 persen dan untuk balita gizi kurang (wasting) sebesar 5,2 persen di tahun 2020.
Marten berharap ini menjadi perhatian serius bagi semua sektor terutama bidang kesehatan. Dan bersama-sama berkomitmen dan membuat langkah nyata dalam menurunkan AKI, AKB, serta pencegahan stunting di Kota Gorontalo.
Reporter: Reinaldi Julfirman











