Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Pemkab Gorontalo Mulai Membuka Diri untuk Mahasiswa yang Akan Melakukan Pengabdian

Dulohupa.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo siap menerima mahasiswa dari seluruh universitas di Provinsi Gorontalo, khususnya mahasiswa jurusan kesehatan, untuk melakukan Praktek Pengabdian Lapangan (PPL) di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kabupaten Gorontalo, Roni Shampir mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Gorontalo yang terus membaik. Secara umum, data Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahkan angka penularan Covid-19 terus menurun dan membaik.

“Pihak kami siap menerima mahasiswa dari kampus mana saja yang ada di Provinsi Gorontalo, yang ingin melakukan PKL dan semacamanya di Kabupaten Gorontalo,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/09)

Lebih lanjut kata Roni, terkait prosedur pelaksanaan pengabdian di Kabupaten Gorontalo, akan dikoordinasikan dengan pihak kampus terkait, untuk membahas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan diterapkan.

“Misalnya apakah mahasiswa itu harus dilakukan pemeriksaan rapid test atau swab test, dan juga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat di lapangan nanti,” tutur Roni.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa kesehatan UG beberapa waktu lalu melakukan aksi demonstrasi. Mereka menyebut Pemerintah Kabupaten Gorontalo menolak untuk menerima masiswa PPL.

Menjawab hal itu, Roni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah menolak, melainkan hanya sekedar menunda. Sebab pada beberapa waktu lalu, sejumlah puskesmas harus ditutup total, dan kurang lebih ada 82 orang tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

“Ini kita tunda untuk mencegah penularan Covid-19, jangan sampai ketika mereka turun ke lapangan, ada yang tertular atau bisa saja menularkan. Tapi sekarang puskesmas-puskesmas itu sudah dibuka kembali, karena tenaga kesehatan yang terpapar itu sudah menyelesaikan masa isolasi,” pungkasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou
Editor  : Wawan Akuba