Untuk Indonesia

Pemkab Gorontalo Gandeng Penceramah untuk Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Dulohupa.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo akan melakukan kerja sama dengan para penceramah untuk menyosialisasikan vaksinasi Covid-19. Tidak hanya itu, para Dai ini nantinya akan juga membantu menangkal hoax tentang vaksinasi di tengah masyarakat. 

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengakui, bahwa upaya penanganan Covid-19 terutama dalam menggenjot capaian vaksinasi di wilayah tersebut, terkendala dengan masih banyaknya masyarakat yang tidak teredukasi tentang vaksinasi. 

Parahnya kata dia, minimnya pengetahuan masyarakat terhadap vaksinasi, dibarengi dengan maraknya penyebaran berita bohong tentang vaksinasi. Terutama berita bohong yang bermuatan negatif. 

Makanya kata Nelson, ulama dan para Dai yang memang menjadi tokoh masyarakat, sangat tepat untuk diajak untuk bekerja sama, terutama dalam menyebarkan berita positif tentang vaksinasi. 

Namun sebelumnya kata dia, mesti ada kesamaan persepsi antara pihaknya dengan para Dai ini. Agar pesan yang akan disampaikan, sejalan. 

“Kita inisiatifkan bagaimana bertemu dengan seluruh ustadz untuk bagaimana punya pemahaman yang sama, agar sama-sama kita berkolaborasi untuk mensosialisasi kepada seluruh masyarakat tentang vaksinasi, karena mereka ini orang-orang terpercaya dan dipercaya oleh masyarakat kita,” ujar Nelson usai rapat monitoring evaluasi penanganan Covid-19 di Kantor Dinkes Kabupaten Gorontalo, Kamis (2/9/2021) sore. 

Nantinya kata Nelson, para penceramah ini akan menjadikan vaksinasi ini sebagai bahan ceramah, dan mampu mendorong masyarakat untuk ikut vaksinasi. Tujuannya, agar capaian vaksinasi di Kabupaten Gorontalo, melampaui target. 

Saat ini ungkap Nelson, capaian vaksinasi di wilayah tersebut, baru mencapai 19 persen. Meski mencapai target bulanan, namun hal itu masih kurang. September ini, pihaknya menargetkan 20 persen masyarakat divaksinasi.

“Kalau sudah 20 persen maka kita lagi mencari 60 sampai 70 ribu orang lagi, dan itu terus menerus sampai dengan bulan November nanti, sehingga bulan November target saya bisa tercapai,” ujarnya. 

Senada dengan Nelson, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir mengatakan,  bahwa memang kenyataanya, penanganan Covid-19 terganjal dengan masyarakat yang banyak terpengaruh berita bohong yang mendiskreditkan vaksinasi. 

“Ada yang mengatakan bahwa vaksin ini ada chip yang suatu saat bisa mengontrol untuk mematikan orang, ada juga orang yang divaksin hari ini satu-dua tahun ke depan akan meninggal karena vaksin ini akan menggerogoti sel, bahkan ada yang mengatakan ada sudah ada magnet,” ungkap Roni

“Ini yang membuat ketakutan orang orang, sehingga terbangun opini di masyarakat oleh karena itu stakeholder yang kita akan libatkan dalam merubah mindset masyarakat adalah para Dai,” tutup Roni.**

Comments are closed.