Dulohupa.id- Sedikitnya sudah ada 1.212 siswa di Kabupaten Gorontalo, telah menjalani vaksinasi pada Kamis (2/9/2021). Jumlah itu dicapai hanya dalam waktu satu minggu.
“Data yang sudah masuk sekarang sudah mencapai 1.212 dalam waktu seminggu saat vaksinasi siswa dimulai,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir saat ditemui di ruang kerjanya.
Vaksinasi terhadap siswa dengan vaksin jenis sinovac itu kata Roni, direncanakan akan berlangsung hingga akhir September 2021.
“Vaksinasi akan terus dilakukan, tapi target untuk para siswa kemungkinan sampai akhir bulan September,” ujarnya.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo mengatakan, faktor penghambat untuk vaksinasi siswa ini adalah bahwa adanya isu hoax, sehingga para orang tua siswa tidak mengizinkan anaknya divaksin.
“Jadi, kami (pemerintah) melakukan sosialisasi terus menerus secara door to door (rumah ke rumah). Untuk itu kami mengimbau kepada orang tua, agar tidak mudah percaya dengan adanya berita tidak benar dengan vaksinasi,” imbaunya.
Adapun penyebab orang tua menolak anaknya divaksin, karena banyaknya kabar bohong terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Namun kata seorang siswa, Kamelia Thamrin (14) asal Kelurahan Bolihuangga mengatakan, bahwa memang KIPI tentu akan terjadi. Namun terhadap dirinya, ia bersyukur tidak mengalami KIPI. Tidak ada efek apapun yang ia rasakan setelah mengikuti vaksinasi.
“Saya punya mama yang suruh saya untuk divaksin, supaya sudah bisa bersekolah tatap muka. Kalau efek habis divaksin tidak ada yang saya rasakan, hanya sakit habis disuntik ka,” tutup Kamelia.
Reporter: Fandiyanto Pou











