Dulohupa.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango akan memperkuat industri ikan Tuna di daerah melalui Asosiasi pengusaha tuna Gorontalo.
Kehadiran asosiasi pengusaha tuna Gorontalo dipercaya akan memperkuat posisi tawar seluruh keluarga besar yang tergabung dan terlibat dalam industri Tuna Gorontalo. Disisi lain, akan ada legalitas yang jelas, ada transparansi, dan dapat bergeming langsung dengan adanya asosiasi yang dibentuk.
“Karena sudah lama pengusaha tuna Gorontalo menunggu adanya perhimpunan atau asosiasi yang bisa memperjuangkan kepentingan pengusaha eksportir ataupun nelayan Tuna yang ada di Bone Bolango atau di Provinsi Gorontalo. Dengan adanya asosiasi ini, berdasarkan pembicaraan dengan partnership itu akan ada keseimbangan dan kesetaraan, dimana sama-sama hidup dan saling menguntungkan antara pihak yang terlibat,” Pungkas Bupati Bone Bolango, Hamim Pou.
Orang Nomor 1 Di Kabupaten Bone Bolango, mengatakan bahwa semua pihak patut bersyukur, karena pekan lalu sudah bertemu dengan pemrintah Sulawesi Utara, dimana pemerintah Sulut sudah melaksanakan penerbangan langsung Manado-Narita Jepang. Sehingga Provinsi Gorontalo khususnya Bone Bolango diminta untuk bisa mengirim Tuna dari Gorontalo dengan memanfaatkan Kargo Garuda.
“RDG Airlines juga telah datang ke Gorontalo untuk melihat seberapa besar potensi tuna di Gorontalo dan memastikan pasokan yang tersedia. Hal sangat penting karena harus ada kepastian berapa Ton setiap hari atau tiap pekannnya, agar bisa langsung diterbangkan. Sesuai dengan kesepakatan, paling tidak ada 20 Ton tuna yang harus dipenuhi dalam satu bulan,” Ungkapnya.
Lebih lanjut, Hamim Pou mengatakan bahwa setidaknya telah ada 11 eksportir yang akan bisa menjamin untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena jika tidak terpenuhi, penerbangan akan mati dan apa yang telah direncanakan akan dimulai dari Nol kembali.
“Ini menjadi kesempatan kita yang sangat bagus, karena ada kepastian harga juga, ikan juga bisa lebih cepat tiba di Jepang kurang lebih 24 jam sudah bisa dinikmati di restoran jepang. Kita juga bisa belajar banyak hal dari partner yang ada,” Imbuh Hamim Pou.
Hamim berharap Asosiasi yang dibentuk bisa menjadi sarana untuk mengadakan pelatihan-pelatihan agar memenuhi standar yang diminta oleh pasar jepang. Para pengusaha, nelayan maupun pemerintah Gorontalo harus bersatu dalam memanfaatkan potensi yang ada.
Reporter: Kris











