Dulohupa.id – Penangkapan tujuh terduga teroris di Kabupaten Pohuwato, agaknya harus menjadi bahan evaluasi Pemerintah Desa (Pemdes) di Gorontalo. Karena, sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Pemdes berada di barisan terdepan, untuk mendeteksi dini aktivitas terorisme yang ada di daerah.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo, Ani M. Hasan, menanggapi peristiwa penangkapan 7 terduga teroris di Pohuwato. Ani meminta pemdes agar lebih waspada, dan juga mulai mengawasi setiap pergerakan masyarakat desa yang mencurigakan.
“Pemerintah desa punya wewenang memantau aktivitas warganya yang mulai mengarah ke gerakan-gerakan yang perlu diwaspadai,” tegasnya.
Menurut Ani, peran pemerintah desa sangat penting, karena pemerintah desa yang lebih tahu, juga lebih dekat dengan masyarakatnya.
Ani juga menegaskan, pemerintah desa jangan menunggu peristiwa terjadi dulu baru bergerak. Karena seharusya pemerintah desa melakukan pencegahan terhadap aktivitas yang membuat radikalisme dan terorisme tumbuh subur di kalangan masyarakat desa.
“Ketika pemdes melihat warganya yang tidak sesuai, harusnya turun tangan. Jangan nanti sudah ada kejadian, baru turun tangan,” kata Ani dalam saluran telpon.
“Mestinya tidak begitu,” tegas Ani.
Sehingganya menurut Ani, perlu adanya kewaspadaan dini yang pemdes lakukan untuk mencegah penyebaran paham terorisme.
“Nah, setelah pemdes melakukan pencegahan, hal itu nanti akan berlanjut ke pemerintah kecamatan dan kemudian sampai tingkat kabupaten, untuk langkah-langkah pencegahan selanjutnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Ani juga meminta para orang tua agar mulai mengawasi pergerakan anak-anak mereka dalam aktivitas sehari-hari. Karena, peran orang tua dalam memantau kegiatan sehari-hari anaknya, dapat meminimalisir anak untuk ikut dan terlibat kegiatan yang mengarah pada tindak radikalisme hingga terorisme.
“Berkaca pada kenyataan sekarang, sudah banyak juga anak-anak yang luput dari pengawasan orang tua, dan juga tidak menjalin komunikasi yang baik dengan anaknya. Sehingga anak tidak di perhatikan hingga terlibat dalam aksi-aksi yang berujung pada gerakan-gerakan yang tidak seharusnya,” tandasnya.
Reporter: Zulkifli Mangkau











