Dulohupa.id– Aksi unjuk rasa merespon dugaan kasus pelecehan seksual di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo Kamis siang tadi (6/1/22), nyaris baku pukul.
Peristiwa kericuhan tersebut terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Fakultas Syariah masih berlangsung. Beberapa massa aksi terlihat melerai rekannya yang terlibat cek-cok dengan salah seorang petugas keamanan.
“Kita nyada ada hal-hal dengan ngana ee. Kurang ajar ngana. (Saya tidak punya masalah denganmu ya. Kamu kurang ajar ya),” teriak salah satu massa aksi kepada salah satu petugas keamanan kampus tersebut.
Simak videonya di bawah ini:
Tidak sampai di situ, beberapa massa aksi lainnya sempat mengeluarkan kata-kata makian akibat peristiwa itu, sembari beberapa di antaranya ada yang berusaha melerai agar peristiwa tersebut tidak terjadi baku pukul.
“Bos jang barani bakore (Jangan berani menyentuh),” ucap salah satu massa aksi lain
Peristiwa tersebut dipicu akibat salah satu masa aksi tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan oleh petugas keamanan kampus. Namun, kuat dugaan salah satu massa aksi itu memang kenal dekat dengan petugas keamanan sempat berseteru dengannya.
“Kita biasa baku taman dengan ngana bos, tapi jangan ba sok pa kita, (Saya memang biasa dengan kamu pak, tapi jangan bentak-bentak saya) di muka umum ini pak,” ungkap salah satu massa aksi itu sembari direlai massa aksi lain
“Tunggu dulu, tunggu dulu, (sabar dulu, sabar dulu)” sahut salah satu petugas keamanan tersebut.
Sementara di tengah-tengah aksi demo salah satu orator terus melakukan orasinya mengenai persoalan pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen berinisial SH.
Reporter: Faisal Husuna











