Dulohupa.id– Sebuah mobil pengangkut cabai terbakar di jalan Trans Sulawesi, Pohuwato. Sebelum terbakar, Mobil minibus tanpa plat nomor polisi ini sempat mengalami pecah ban. Peristiwa nahas ini terjadi Rabu (16/2) pukul 23.00 wita. Beruntung peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Banit (Bintara unit) Lakalantas Polres Pohuwato, Briptu Supriyadi mengungkapkan, Mobil minibus itu dikemudikan oleh Jepin Mamiasa (23), Warga Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mobil bermuatan cabai itu melaju dari Parigi Moutong menuju Kota Gorontalo. Saat melintas di jalan Trans Sulawesi, Tepatnya di area hutan lindung Pohuwato tiba-tiba mobil mengalami pecah ban yang diduga akibat tertusuk besi. Mobil kemudian oleng dan menimbulkan percikan api. Api kemudian terus membesar dan membakar seluruh bagian mobil.
Jepin (Sopir,red) sempat berupaya memadamkan api. Namun karena hanya sendirian dan tidak ada sumber air, Upaya Jepin harus sia-sia.
Upaya sopir untuk memadamkan api pun sia-sia. Selain karena disekitar lokasi kejadian tidak ada sumber air, upaya pemadaman juga sulit dilakukan karena
“Menurut keterangan sopir, pas melintasi hutan lindung mobilnya menabrak batangan besi yang terletak pada bagian badan jalan atau pada bagian jalan sebelah kiri dan mengenai bagian ban depan sebelah kanan sehingga mengalami pecah ban lalu sesat kemudian timbul percikan api pada bagian depan tepatnya dibagian bak mesin,” ujar Supriyadi Kamis (17/2/2022).
Supriyadi juga mengatakan, saat peristiwa ini terjadi sopir sempat berusaha meminta tolong kepada warga sekitar. Namun karena lokasi kejadian cukup jauh dari kawasan pemukiman, sehingga warga yang sempat datang ke lokasi kejadian tidak mampu berbuat banyak.
“Karena sudah larut malam dan kebarakan saat itu berada dihutan lindung dan jauh dari pemukiman warga, sehingga mobil tersebut ludes terbakar. Saat itu pihaknya sempet menghubungi pemadam namun api terlanjut membesar,” sambungnya.
Terpisah Kasat Lantas Polres Pohuwato, AKP Komang Saptamarna, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan persitiwa ini. AKP Komang mengatakan, Kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp. 200 juta.
“Identitas kenderaan belum diketahui, karena kenderaan tidak memiliki plat nomor,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon seluler.

Lebih lanjut AKP Komang menghimbau kepada para pengendara mobil untuk selalu memeriksa kondisi fisik kenderaannya sebelum digunakan. Agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.
Reporter: Hendrik Gani











