Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINERamadan

Pantauan Hilal 1 Ramadan 1444 H di Gorontalo Tak Terlihat

561
×

Pantauan Hilal 1 Ramadan 1444 H di Gorontalo Tak Terlihat

Sebarkan artikel ini
Pantauan Hilal Ramadan
Tim Hisab Rukyat Kemenag Provinsi Gorontalo saat melalukan pemantauan Hilal penentuan 1 Ramadan H. Foto: Humas Kemenag

Gorontalo – Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Gorontalo melaksanakan Rukyatul Hilal atau pemantauan bulan sabit muda penetapan 1 Ramadan 1444 H, dengan titik lokasi pemantauan di Markas Polairud Polda Gorontalo, Rabu (22/03/2023).

Pemantauan hilal itu menjelang Sidang Itsbat penetapan awal bulan Ramadhan 1444 H / 2023 M oleh Kementerian Agama RI (Kemenag RI) di Jakarta.

Dari pantaun hilal di lokasi yang dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag Provinsi Gorontalo tidak terlihat, karena kondisi cuaca buruk di wilayah pelaksanaan rukyatul hilal hingga terbenamnya matahari diliputi awan tebal.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Gorontalo H. M. Muflih B. Fattah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam H. Asrul Lasapa dan Tim Teknis dari Bidang Bimas Islam saat di lokasi pemantauan mengatakan bahwa pelaksanaan sidang isbat nantinya akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal di setiap daerah.

“Secara hisab, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada hari Rabu, 22 Maret 2023 atau bertepatan dengan 29 Syakban 1443 H sekitar pukul 01.23 WITA. Secara hisab juga posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadhan 1444 H, sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura),” jelas Kakanwil Muflih.

“Menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Adapun data pada hari rukyat, hari ini Rabu 22 Maret 2023 / 29 Syakban 1444 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 6 derajat 46,2 menit sampai dengan 8 derajat 43,2 menit, dengan sudut elongasi antara 7,93 derajat sampai dengan 9,54 derajat,” tambahnya.