Dulohupa.id – Pani Gold Project serahkan bantuan berupa makanan siap saji kepada korban banjir bandang yang ada di Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Senin (23/6/2025).
Bantuan dari Pani Gold Project berupa paket beras, ikan kaleng, mie instan, telur dan gula yang langsung diserahkan kepada Kepala Desa Tuweya Daud S. Adam.
External Affairs Manager Pani Gold Project, Mahesha Lugiana menyampaikan rasa prihatin atas bencana banjir yang melanda beberapa desa di dua kecamatan tersebut.
“Kami sampaikan duka cita bagi keluarga korban yang wafat dan bagi seluruh masyarakat terdampak banjir. Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga korban banjir,” kata Mahesha.
Usai menyerahkan bantuan itu sejumlah warga yang terdampak banjir bandang di Pohuwato menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Pani Gold Project atas bantuan yang diberikan kepada warga di Desa Tuweya.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami,” ujar Zein salah satu warga yang selama 30 tahun tinggal di Desa Tuweya.
Ia menambahkan bahwa banjir pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WITA itu merupakan banjir terbesar selama dirinya tinggal di desa itu.
“Banjir kemarin itu merupakan yang terparah sepanjang hidup saya berada disini (Tuweya),” ungkap Zein.
Kondisi banjir bandang yang merenggut dua nyawa tersebut memang sangat parah. Terlihat sepanjang jalan dari Desa Malango, Kecamatan Taluditi sampai ke Desa Tuweya tampak bekas-bekas luapan air sampai ke wilayah perkebunan warga.
Tampak pohon-pohon tumbang, rumah terseret arus banjir dan juga aspal jalan terkelupas akibat diseret arus yang sangat deras.
“Area kami memang sering banjir akibat luapan air sungai. Namun, banjir kemarin memang yang terparah,” jelas Kepala Desa, Daud Adam.
Dirinya pun menyampaikan apresiasi kepada Pani Gold Project atas bantuan bahan makanan yang disalurkan lewat kepala desa dan dipusatkan di Posko Banjir di SDN 5 Wanggarasi.
Daud juga mengharapkan bantuan komputer dan perlengkapan kantor lainnya untuk melanjutkan pelayanan bagi warga masyarakat. Sebab kata Daud komputer dan perlengkapan lainnya telah rusak akibat terendam banjir.
Reporter: Hendrik Gani












