Dulohupa.id – Suasana siang di tengah terik matahari di Gorontalo terlihat jelas adanya fenomena Gerhana Matahari Hibri. Pancaran sinar matahari ke dalam rumah warga nampak terlihat jelas menyerupai bulan sabit.
Penampakan tersebut terjadi di salah satu rumah warga di Desa Padengo Kecamatan Limboto barat. Warga juga Sekitar pukul 11.15 WITA, terlihat mulai antusias melihat fenomena alam tersebut.
Salah satu warga Padengo, Sofyan Abdullah mengatakan, gerhana matahari merubah suasana panas mentari di hari sebelumnya.
“Panas ini tidak terlalu terasa beda dengan panas kemarin. Saya masuk ke dalam rumah ada pancaran sinar gerhana Matahari yang seperti bulan sabit,” kata Sofyan.

Sementara para pemuda lainnya di Desa Padengo seakan tak mengetahui fenomena langka tersebut. Namun salah seorang pemuda kemudian mengambil sebuah alat bantu seperti helm hitam untuk bisa melihat ke arah matahari.
“Sudah ada bentuk, tapi masih setengah. Mungkin proses total gerhananya lama,” ungkap pemuda itu.
Hingga saat ini pukul 13.05 WITA, Fenomena Alam langka yakni Gerhana matahari ini terus menyelimuti matahari.
Gerhana matahari hibrid adalah fenomena gerhana matahari yang terjadi ketika bulan yang berada di antara bumi dan matahari tidak sepenuhnya menutupi matahari sehingga terlihat seperti cincin api di sekeliling bulan yang menutupi sebagian matahari.
Gerhana matahari hibrid terjadi ketika gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian terjadi dalam satu peristiwa yang sama.
“Gerhana Matahari Hibrid merupakan peristiwa Gerhana Matahari Total dan Cincin yang terjadi secara berurutan dalam satu fenomena gerhana,” tulis BMKG dalam rilisnya.
Fenomena ini sangat jarang terjadi dan hanya dapat dilihat dari daerah yang terbatas di bumi. Kondisi terjadinya gerhana matahari hibrid tergantung pada ukuran, jarak, dan posisi bulan dan matahari saat gerhana terjadi.
“Peristiwa gerhana matahari hibrid relatif terjadi cukup langka. Walau demikian, posisi pengamat juga mempengaruhi besar magnitudo gerhana yang akan teramati. Jadi pengamatan kedua gerhana tidak dapat dilakukan secara bersamaan dan dilokasi yang sama,” jelas BMKG.
Reporter: Herman Abdullah











