Dulohupa.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan durasi gerhana matahari Hibrid di Gorontalo berlangsung tiga jam, Kamis (20/4/2023).
Berdasarkan data BMKG, Gerhana yang teramati dari Gorontalo berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,730 di Suwawa hingga 0,706 di Marisa.
Secara umum, gerhana di Gorontalo akan dimulai pada pukul 10.58 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.29 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.03 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Gorontalo rata-rata adalah 3 jam 2 menit.

BMKG menjelaskan fenomena alam Gerhana Matahari Hibrid (GMH) terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Akibatnya di tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari, serta tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi sama dengan piringan matahari.
Saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya, sedangkan di tempat tertentu lainnya, matahari seakan-akan tertutupi bulan.
GMH terdiri atas dua tipe gerhana yakni gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total yang secara berurutan terjadi dalam satu fenomena sehingga disebut langka.
BMKG meminta masyarakat yang ingin mengamati fenomena langka itu harus menggunakan kacamata khusus yang dapat memfilter radiasi. Masyarakat agar tidak mengamati gerhana matahari itu dengan mata secara langsung karena radiasi matahari dapat merusak mata.
Redaksi/BMKG











