Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Ombudsman Gorontalo Klaim Selamatkan Kerugian Masyarakat Rp2,590 Miliar

43
×

Ombudsman Gorontalo Klaim Selamatkan Kerugian Masyarakat Rp2,590 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ombudsman di Gorontalo
Penjabat Sementara Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Wahiyudin Mamonto (kiri) saat memaparkan hasil pengawasan pelayanan publik melalui konferensi pers. Foto/Dulohupa

Dulohupa.idOmbudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Gorontalo mencatat Potensi dan realisasi penyelamatan kerugian masyarakat pada semester 1 selang Januari sampai Juni tahun 2024. Valuasi kerugian masyarakat dihitung berdasarkan nilai kerugian materil pada setiap laporan masyarakat.

Penjabat Sementara Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Wahiyudin Mamonto menjelaskan, potensi penyelamatan kerugian masyarakat pada semester 1 tahun 2024 mencapai Rp2,681 Miliar (Rp2.681.514.053).

“Sementara total realisasi penyelamatan kerugian masyarakat mencapai Rp2,590 Miliar (Rp2.590.953.256) atau 96% dari total potensi penyelamatan,” ungkap Wahiyudin dalam konferensi pers, Jumat (21/6/2024).

Berikut sejumlah kasus menonjol yang sudah ditangani Ombudsman Gorontalo sebagai berikut:

1. Substansi Pendidikan

– Warga dan Aparat Desa Olibu, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo mengeluhkan terkait ketidakhadiran kepala SDN 7 Paguyaman pantai di sekolah yang menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar dikarenakan tidak adanya dukungan berupa dana BOS, fungsi manajrial dan lain-lain.

– Dalam kasus ini Ombudsman telah berhasil menyelesaikan permasalahan dengan adanya kesepakatan kepala sekolah agar dapat kembali hadir di sekolah dengan menjalankan fungsi tugasnya.

2. Substansi Agraria

– Pelapor mengalami kesulitan dalam mengakses rekomendasi surat pengantar pengambilan ganti rugi atas pembangunan Kanal Tapodu di salah satu kantor Pertanahan di Provinsi Gorontalo.

– Ombudsman kemudian berhasil mendorong pihak kantor pertanahan agar segera memberikan rekomendasi atas layanan yang dimaksusd, sehingga kemudian pelapor mendapatkan ganti rugi pembangunan sebesar Rp500.120.000