Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Oknum Mahasiswa Gorontalo Hina Presiden Jokowi Diperiksa Polisi

215
×

Oknum Mahasiswa Gorontalo Hina Presiden Jokowi Diperiksa Polisi

Sebarkan artikel ini
Gorontalo Oknum Mahasiswa
Seorang mahasiswa (pakai masker) yang hina Presiden Jokowi saat diamankan di Polda Gorontalo. (Foto: Enda/dulohupa)

Dulohupa.id – Polda Gorontalo telah mengamankan seorang mahasiswa pendemo bernama Yunus Pasau, usai viral di media sosial karena menyebut kata tak senonoh terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Yunus Pasau diamankan polisi untuk menghindari upaya persekusi akibat video yang sempat viral belum lama ini sejak demo penolakan kenaikan BBM Jum’at (2/8/2022).

“Saat ini saudara Yunus sudah diamankan di Polda dan sedang menjalani pemeriksaan bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya,” ucap Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono.

Menurut Wahyu tindakan pengamanan tersebut terhadap mahasiswa ini sudah merupakan langkah taktis oleh mereka agar tidak akan terjadi hal lain kepada mahasiswa tersebut.

“Kita amankan Yunus ini, karena respon masyarakat yang beraneka ragam atas orasi yang dilakukan oleh Yunus jangan sampai yang bersangkutan menjadi korban persekusi, bully atau yang lainnya,” terang Kombes Pol Wahyu.

Masalah pidana, kata Wahyu Tri Cahyono mereka pihak kepolisian tengah mendalami persoalan ini, “Saat ini sedang didalami oleh pihak penyidik Ditreskrimsus,” kata Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono.

Sebelumnya, telah viral Video seorang mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo menghina Presiden Jokowi dengan kata tak senonoh viral di media sosial. Penghinaan itu dilontarkan mahasiswa bernama Yunus Pasau saat demo menolak kenaikan harga BBM di simpang 5 Kota Gorontalo.

Video berdurasi 19 detik itu kini ramai diperbincangkan netizen, hingga trending di Twitter. Orasi oknum mahasiswa itu banyak dikecam Netizen dan menganggap tidak pantas ditiru karena menghina pimpinan negara.

Awalnya ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa dengan keadaan aman. Namun salah satu orator (Yunus Pasau) pantang meneriaki nama Presiden dengan kata tidak sopan.

“Sepakat lawan? Sepakat! Hanya ada satu kata, lawan! Hanya ada satu kata, lawan! Presiden Republik Indonesia k*****!” ujar mahasiswa tersebut.

Reporter: Herman Abdullah