Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPOHUWATO

Oknum Guru PNS di SDN 13 Paguat Sering Bolos Sejak 2022, Tetap Terima Gaji

×

Oknum Guru PNS di SDN 13 Paguat Sering Bolos Sejak 2022, Tetap Terima Gaji

Sebarkan artikel ini
Guru Bolos
Sekolah Dasar Negeri 13 Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Seorang guru di SDN 13 Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, sering bolos. Diketahui guru tersebut sibuk dengan usahanya sendiri dibandingkan harus duduk mengajar. Persoalan ini turut dibenarkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Rony Usman Yunus saat dikonfirmasi, Rabu (27/8/2025).

Rony Yunus mengaku, memang sejak Tahun 2022 dirinya menjadi Kepsek di SDN 13 Paguat, sang guru memang telah bermasalah dengan kehadirannya.

Kata Rony guru yang bersangkutan memang susah jarang masuk. Bahkan, bisa dikatakan dalam seminggu sang guru hanya dua kali masuk.

“Sejak saya menjabat di sekolah ini (SDN 13 Paguat) yang bersangkutan sudah bermasalah dengan absen. Bahkan ada seminggu tak masuk,” ujar Rony

Guru tersebut dikehathui bernama Fitrianto Nasir merupakan wali kelas 4 yang diisi oleh 34 siswa. Meskipun sering bolos, ia diduga tetap menerima gaji seperti biasa.

Kepsek pun sampai dibuat bingung dengan kelakuan sang guru. Beberapa kali sang kepsek memergoki guru tersebut melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya.

“Ia adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan golongan IIB. Gajinya itu di atas 2 juta,” kata Rony.

Belakangan terungkap rupanya sang guru ini memiliki pekerjaan sampingan berupa tempat jahit pakaian.

“Dia sering izin urusan keluarga, tapi saya pernah ke rumahnya ternyata dia sedang menjahit,” ungkap Rony.

Sejak 2023 Rony memang sudah berupaya agar sang guru dimutasi agar perwalian kelas tak kosong. Sebab saat ini, SDN 13 Paguat hanya diisi oleh 10 pengajar termasuk sang Kepsek.

Menurut Rony, dari 10 orang itu, 6 guru mengisi perwalian kelas 1 hingga 6, lalu dua guru mata pelajaran agama dan Penjaskes, satu operator dan dirinya sebagai Kepsek.

“Sehingga personel ini terbatas. Makanya kadang jika ia tak masuk, saya yang kadang menggantikan masuk ke kelas 4,” ujarnya.

Kata Rony, berulang kali persoalan ini disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, namun tak mendapat tanggapan berarti.

“Saya itu sudah sering menyampaikan ini ke Dinas Pendidikan, tapi tidak ditanggapi. Daripada saya yang makan hati, ya saya biarkan saja,” kata Rony kesal.

Dengan persoalan ini banyak orang tua siswa yang mengeluh. Sebab, hanya karena satu orang guru, 34 siswa SD terlantar. Kadang hari-hari tak ada guru, para siswa hanya bermain. Bahkan tidak mau datang ke sekolah.

“Mau jadi apa ini anak-anak kalau begini? guru jarang masuk, tak belajar. Banyak pelajaran yang mereka tak dapat,” kata orangtua yang enggan disebutkan namanya.

Reporter: Hendrik Gani