Untuk Indonesia

Nelayan Ini Tewas Terjebak di Alat Tangkap Ikannya Sendiri

Dulohupa.id- Nasib nahas menimpa Marsum (65), pria asal Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Ia tewas tenggelam dan terjebak di alat tangkap ikannya sendiri di sungai utara Desa Jimbe, Jumat (19/2).

Kasubbag Humas Polres Blitar, AKP Imam Subechi menceritakan bahwa jenazah Marsum ditemukan oleh warga yang melewati jembatan Jimbe tersebut. Mereka kata Imam, melihat alat jebak ikan, tanpa ada yang menunggu. Selain itu, mereka juga melihat beberapa barang yang berada di sekeliling jebakan tersebut.

“Melihat ada yang aneh, kemudian kedua saksi tersebut berinisiatif untuk mengecek lebih lanjut dengan mendatangi ke rumah orang yang biasanya mencari ikan,” kata AKP Imam Subechi.

Kedua saksi itu kemudian mendatangi rumah Marsum, namun tidak menemuinya. Hanya ada Puryono (40), anak dari Marsum. Karena merasa curiga dan khawatir, kedua saksi lalu mengajak Puryono untuk mengecek lokasi di mana mereka berdua melihat alat jebak, dan beberapa barang yang tidak ada penunggunya.

Baca Juga:  Klarifikasi PT Vandika Abadi Terkait Tudingan Penipuan

Setelah tiba di lokasi sungai Jimbe, mereka lalu mengangkat jebakan ikan itu dan mendapati Marsum sudah tewas dengan kondisi terjebak di alat jebak ikan tersebut.

“Atas kejadian itu mereka kemudian melaporkan kepada aparat kepolisian yang ada di polsek setempat,” tambahnya.

Sementara itu, menurut keterangan keluarga, Marsum keluar rumah tanpa pamit sekitar pukul 22.00 WIB. Namun tidak ada hal yang mencurigakan dengan hal itu, karena memang pihak keluarga tahu jika Marsum pergi mencari ikan di sungai.

“Keterangan dari saksi lain, memang pada saat itu keadaan cuaca sedang hujan deras. Dan jika hujan, biasanya air sungai Jimbe mengalami peningkatan debit air. Oleh karena itu kami menduga yang bersangkutan tewas karena terjatuh atau terpeleset dan terperangkap di alat jebak ikan miliknya sendiri,” pungkas Imam Subechi.

Baca Juga:  Flash News: Seorang Lelaki Ditemukan Meninggal dalam Keadaan Terikat di Kamar Kos

Hal itu dikuatkan juga dengan hasil pemeriksaan oleh tim medis yang tidak menemukan adanya tanda kekerasan di tubuh Marsum.

Pihak keluarga pun kata Imam, juga sudah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menyatakan tidak akan menuntut siapapun dengan dibuktikan surat pernyataan yang diketahui oleh perangkat desa setempat.

Reporter: Soni Irawan

Comments are closed.