Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Musyawarah Lembaga Adat Pemberian Garai Almarhum David Bobihoe Akib Dipindahkan Ke Rumah Adat

Dulohupa.id – Musyawarah Lembaga Adat terkait pemberian Garai kepada mantan Bupati Gorontalo 2 Periode David Bobihoe Akib, yang sebelumnya akan digelar di rumah pribadi beliau Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto, tiba-tiba dipindahkan ke Rumah Adat. Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu kerabat terdekat Warno Dangkua, hasil kesepakan sebelumnya, pelaksanaan Musyawarah ini akan dilaksanakan di rumah kediaman David Bobihoe Akib, dengan alasan pihak keluarga tidak mau ada keterlibatan pihak-pihak terkait termasuk pemerintah.

“Jadi hasil kesepakatan awal dan undangan yang beredar akan dilaksanakan di rumah pribadi almarhum. Sehingga keluarga sudah menyiapkan segala bentuk kesiapan, antara lain bulita (Tempat Musyawarah Adat). Namun tiba-tiba berubah, hasil kesepakatan sepihak dari lembaga adat,” ujarnya.

Lanjut dikatakan oleh Warno hal ini tentunya menimbulkan presepsi lain, bahwa lembaga adat tidak berdiri pada satu keputusan satu musyawarah.

“Ini menjadi tanda tanya besar dilingkungan keluarga. Harusnya ini tetap dilaksanakan di rumah pribadi sesuai kesepakatan awal. Tujuannya adalah melahirkan satu keputusan bersama, bukan untuk melahirkan keputusan yang sepihak tanpa duduk musyawarah. Yang intinya duluolimo pohalaa dengan syarah, syarah bersendikan kitabbulah,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Adat Gorontalo Karim Pateda saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menjelaskan, pemindahan loksai musyawarah diputuskan melalui kesepakatan bersama, karena dalam masa pandemi ini harus mematuhi protokol kesehatan termasuk membatasi kumpul-kumpul.

Dikatakan oleh Karim Pateda hal ini dilakukan untuk memperkecil peserta musyawarah yang sesuai aturan hanya berjumlah 30 orang. Sehingga hasil kesepakatan pemangku adat dan atas persetujuan pihak keluarga makanya dipindahkan ke Rumah Adat.

“Tapi ini tidak mengurangi makna dari gelar adat tersebut. Jadi disana tempat musyawarahnya, hasilnya kita umumkan disini. Prosesnya tetap dilaksanakan dirumah duka. Kita menjaga jangan sampai ada tudingan pemangku adat tidak mengikuti protokol kesehatan. Sehingga temoat musyawarahnya kita laksanakan di Rumah adat,” Jelasnya. (Dhedy)