Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKAB BONE BOLANGO

Momentum Hari Pahlawan, Jadikan Semangat Dalam Berantas Kemiskinan Ekstrim

×

Momentum Hari Pahlawan, Jadikan Semangat Dalam Berantas Kemiskinan Ekstrim

Sebarkan artikel ini
Plt Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli Bersama Jajaran Forkompinda Dalam Kegiatan Upacara Hari Pahlawan ke-78 Tingkat Kabupaten Bone Bolango. Foto/Humas

Dulohupa.id – Momentum Hari Pahlawan ke-78, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango menjadikannya sebagai upaya semangat dalam pemberantasan kemiskinan ekstrim di daerah tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli, dalam peringatan tersebut yang mengangkat tema ‘Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan’ sangat cocok dengan semangat Pemkab dalam pemberantasan kemiskinan ekstrem.

“Melalui Hari pahlawan ini, kita menggelorakan semangat bukan untuk melawan penjajah, tetapi kita melawan kemiskinan dan kebodohan. Ini tentu harus terintegrasi dengan semua program yang ada di semua Organisasi Perangkat Daerah,” papar Merlan kepada awak media usai upacara peringatan Hari Pahlawan ke–78 tingkat Kabupaten Bone Bolango yang dilaksanakan di Lapangan Boludawa, Kecamatan Suwawa disertai Ziarah ke Makam Pahlawan Nani Wartabone di Desa Bube, Kecamatan Suwawa, Jumat (10/11/2023).

Merlan yang juga sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Bone Bolango menegaskan bahwa program-program di OPD haruslah berdampak dalam mengatasi kebodohan serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

“Saat ini semua OPD sedang menyusun rancangan anggaran tahun 2024. Jadi saya minta anggaran ini harus disusun dengan cerdas dan berdampak untuk masyarakat meskipun terbatas, kecil dan sedikit,” ujarnya.

Dirinya juga menekankan agar inovasi dan kolaborasi dalam menjalankan program dan kebijakan haruslah bersama-sama, pasalnya akan tidak berdampak maksimal jika berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Bone Bolango mengalami penurunan 0,54 persen dari 16,05 persen ditahun 2022 menjadi 15,51 persen ditahun 2023.

 

Reporter: Yayan