DULOHUPA.ID– Debat putaran terakhir pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato berlangsung malam tadi, Sabtu (5/12) di Gedung Ichsan Convention Center, Pohuwato.
Namun meski berlangsung di tengah pandemi COVID-19, tetapi kedua moderator debat sama sekali tidak menggunakan masker. Kendati, masker merupakan salah satu protokol kesehatan (protkes), yang juga dikampanyekan KPU setempat.
Juga, Ketua KPU Pohuwato, Rinto W. Ali, terus menegaskan untuk pelaksana debat mematuhi protkes.
Dalam beberapa kesempatan bahkan, Rinto mengungkapkan pelaksanaan debat yang mengabaikan protkes memicu klaster baru penyebaran COVID-19.
“Pelaksanaan debat kandidat harus mematuhi protokol kesehatan,” kata Rinto kepada Dulohupa.id belum lama ini.
Makanya, apa yang terjadi malam tadi tidak sesuai dengan apa yang selama ini dikampanyekan oleh KPU.
“KPU ini kok bagaimana? Apa yang dikampanyekan tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan. Padahal kan harusnya pakai masker sebagai sosialisasi kan,” kata Nandar, seorang warga yang menyaksikan debat tersebut.
Apalagi kata Nandar, tema yang diusung malam itu adalah Keselarasan Pembangunan dan memperkokoh NKRI pencegahan COVID-19.
“Ini kan jadinya mempertontonkan yang tidak sesuai ke masyarakat. Apalagi peningkatan kasus COVID-19 di Gorontalo lagi tinggi-tingginya,” tutup Nandar.
Reporter: Zulkifli Mangkau











