Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Menilik Wisata Minat Khusus Paralayang di Pohuwato

DULOHUPA.ID- Adanya perbukitan di Desa Lomuli, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, rupanya menjadi berkah untuk masyarakat sekitar. Sebab, meski dengan keterbatasan dana, namun dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa setempat menyulap salah satu bukit di desa itu menjadi satu-satunya destinasi wisata minat khusus paralayang di Pohuwato.

“Wisata paralayang ini memang baru pertama kali ini kami uji coba, tapi kami berharap bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Pohuwato,” kata Kepala Desa Lomuli, Abdul Kadir Yunus, kepada Dulohupa.id, Rabu (18/11).

Harapannya, dengan hadirnya wisata paralayang di desa tersebut, mampu menarik minat wisatawan untuk datang. Sehingga dapat berimas pada pendapatan secara ekonomi masyarakat di desa tersebut.

“Wisata ini berpeluang menambah peningkatan ekonomi di masyarakat, makanya kami juga butuh dukungan dari dinas terkait untuk untuk mengembangkan wisata paralayang ini, ” ujar Abdul Kadir.

Abdul kadir sendiri mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pengambangan wisata tersebut. Sebab, pembangunan wisata tersebut tak akan berjalan lancar jika tak peran masyarakat.

“Saya juga bersyukur animo masyarakat dalam mendukung wisata paralayang ini sangat antusias, untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Lomuli,” katanya.

Wisata paralayang ini sendiri terletak di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya kata Abdul Kadir dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam. Makanya kata dia, tahun depan dengan dukungan dana yang cukup, ia berencana akan memperbaiki akses terebut.

“Waktu sekitar 1.5 jam untuk bisa mengakses ke lokasi paralayang, makanya ke depan nanti, pada tahun 2021 akses ini yang akan kami perbaiki,” tuturnya.

Adapun nama bukit yang menjadi lokasi lepas landasnya tesebut adalah Bukit Lelato. Namun, pihaknya pun kata Abdul, sementara mencari lokasi yang lebih tinggi dari yang saat ini digunakan untuk uji coba. Sehingga jangkauan terbangnya bisa lebih jauh.

“Landscape alam Lomuli ini sangat mendukung, makanya berpotensi untuk dijadikan wisata paralayang di Pohuwato,” harapnya di akhir wawancara.

Paralayang sendiri dalam bahasa inggris disebut paragliding. Ini merupakan olahrga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain atau parasut, dengan memanfaatkan angin.

Paralayang sendiri memang didesain untuk tujuan rekreasi maupun kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonsia), sedangkan PLGI sendiri di bawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia).