Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Menangani COVID-19 di Gorontalo, Kepala Daerah Diminta Tegas Tapi Santun

Dulohupa.id – Peningkatan kasus penularan COVID-19 di Gorontalo, menyebabkan sejumlah kepala daerah mesti tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan. Sebab, jika tak begitu, maka bisa jadi penyebaran COVID-19 di Gorontalo tidak bisa dihentikan. Meski begitu, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta, ketegasan itu disampaikan dengan sikap dan tutur kata yang sejuk dan menenangkan.

“Semua harus bahu-membahu memikirkan solusi terbaik untuk memutus COVID-19 di Provinsi Gorontalo. Hindari persoalan persoalan yang mengakibatkan daerah tidak kondusif. Kepada bupati, wali kota juga, harus mengimbau masyarakat secara persuasif. menyampaikan kalimat yang sopan dan mudah dimengerti oleh masyarakat di berbagai media,” ucap Rusli, Selasa (28/7/2020).

Sebab menurutnya, kondisi negara dan daerah saat ini lagi serba susah. Pertumbuhan ekonomi bergerak lambat, dan daya beli masyarakat menurun, yang bahkan daerah kesulitan APBD untuk membiayai berbagai sektor.

Sehingga, kondisi tersebut harus disikapi dengan kebijakan yang strategis dan pro rakyat. Bupati dan wali kota didorong untuk melahirkan inovasi yang diharapkan bisa mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19. Dirinya bersama TNI dan Polri, siap mendukung kebijakan-kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

“Di situasi sekarang jangan dulu melakukan hal-hal yang tidak pro rakyat. Bupati dan wali kota harus mengayomi masyarakat. Jangan menggunakan kata-kata yang tidak sopan kepada ASN atau masyarakat. Pemimpin itu dalam adat kita loiya lo tauwa tauwa lo loiya (ucapan pemimpin adalah setinggi-tingginya ucapan),” tegasnya.

Imbauan juga disampaikan kepada aktivis mahasiswa, LSM dan organisasi lain untuk bersama pemerintah berjuang melawan corona. Menurut Rusli, jika ada aspirasi yang ingin disampaikan maka ia siap berdiskusi.

“Pak Gubernur siap berdiskusi, tidak harus unjuk rasa. Sekarang kondisi kita di daerah lagi serba sulit,” imbuhnya.

Hingga Senin 27 Juli 2020 laporan positif covid-19 di Gorontalo sudah mencapai 851 kasus. Rinciannya 421 dirawat atau karantina mandiri, 397 sembuh dan 33 diantaranya meninggal dunia.