Scroll Untuk Lanjut Membaca
BOALEMOHEADLINE

Dugaan Aktivitas PETI, Masyarakat Wonosari Gagalkan Excavator Menuju Hutan Sava

×

Dugaan Aktivitas PETI, Masyarakat Wonosari Gagalkan Excavator Menuju Hutan Sava

Sebarkan artikel ini
PETI Boalemo
Alat berat Excator hendak masuk kawasan hutan Sava digagalkan oleh masyarakat Wonosari, Kabupaten Boalemo. Foto/ist

Dulohupa.id – Masyarakat di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo menggalkan satu unit alat berat excavator yang diduga hendak menuju kawasan Hutan Sava.

Upaya memasukkan alat berat ke kawasan Hutan Sava ini diduga belum juga berhenti. Pada Rabu (21/7/2026) Dini hari tadi, sekitar pukul 02.00 wita, satu unit excavator yang diduga hendak menuju kawasan Hutan Sava berhasil digagalkan oleh masyarakat atau dalam hal ini Barisan Muda Wonosari di dua ruas jalan Desa Bongo II, Kecamatan Wonosari.

Peristiwa tersebut semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat bahwa mobilisasi alat berat menuju kawasan yang selama ini disorot karena dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih terus berlangsung.

Barisan Muda Wonosari menegaskan mereka tidak akan tinggal diam. Pengawasan di seluruh jalur menuju Hutan Sava akan diperketat selama 24 jam untuk mencegah masuknya alat berat.

“Kami melihat upaya memasukkan alat berat mulai kembali marak. Mulai malam ini kami memperketat penjagaan. Siapa pun yang mencoba membawa excavator menuju Hutan Sava akan kami hentikan dan kami serahkan ke Mapolsek Wonosari untuk diproses sesuai hukum,” ujar Rian bersama rekan-rekannya dengan tegas.

Menurut mereka, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga kawasan hutan sekaligus mendorong penegakan hukum agar tidak kalah cepat dengan pihak-pihak yang diduga masih berupaya memasukkan alat berat.

Barisan Muda Wonosari juga mendesak aparat penegak hukum agar segera memperketat pengawasan di seluruh akses menuju Hutan Sava. Mereka menilai pencegahan harus dilakukan sejak alat berat berada di luar kawasan hutan, bukan setelah aktivitas berlangsung.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba memasukkan alat berat ke Hutan Sava,” ucapnya.

“Keselamatan lingkungan dan kepastian hukum harus menjadi prioritas,” tutup Rian.

Reporter: Yayan