Dulohupa.id – Anggota DPRD Pohuwato, Nasir Giasi membantah keras dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Gorontalo, Selasa (21/7/2026).
Nasir Giasi yang juga sebagai Ketua DPD II Partai Golkar itu dengan tegas tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas pertambangan ilegal sebagaimana yang telah diisukan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa informasi yang mengaitkan namanya dengan PETI Bulangita tidak benar dan tidak didukung oleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya membantah seluruh tuduhan yang mengaitkan saya dengan aktivitas PETI di Bulangita. Saya tidak pernah menjadi pemodal, pengelola, maupun memberikan perlindungan terhadap kegiatan tersebut,” ujarnya Nasir Giasi.
Terkait beredarnya rekaman percakapan yang menyebut namanya, Nasir Giasi mengatakan bahwa penyebutan nama seseorang dalam sebuah percakapan tidak dapat dijadikan bukti adanya keterlibatan dalam suatu perbuatan melawan hukum.
Sebelumnya, Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, disebut-sebut ada campur tangan dari salah satu oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pohuwato.
Hal itu terungkap dari rekaman suara yang beredar. Dalam rekaman, terduga pelaku usaha PETI bernama Ratna mengaku melakukan aktivitas PETI di wilayah Bulangita.
Diketahui PETI Bulangita disebut masih beraktivitas dan seakan-akan sulit ditertibkan oleh pihak kepolisian. Namun adanya pemberitaan, PETI tersebut sementara dihentikan.
Seolah tak merasa takut, Ratna bahkan secara gamblang mengaku ada oknum pejabat di belakangnya. Bahkan Ratna terdengar di telepon oleh orang dekat oknum Aeeg tersebut terkait masalah pertambangan yang aktivitasnya saat ini masih terhenti akibat pemberitaan.
Tak hanya itu, bahkan Ratna juga melakukan intimidasi kepada salah satu wartawan Pohuwato. Ratna mengaku bahwa wartawan yang meliput soal aktivitas ilegal miliknya, dirinya bakal menurunkan orang untuk melacak wartawan tersebut.
Reporter: Yayan











