Dulohupa.id- Kabupaten Gorontalo telah berkategori sebagai kota layak anak. Karena itu, pemerintah setempat, berupaya untuk memperkuat basis data gender dan anak di wilayah tersebut. Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Fory Naway dalam Bimtek E-Data Sektoral 2021 meminta, agar data-data itu akurat.
“Terpenting dalam bimtek ini untuk mempelajari data, karena data sangat pengaruh sekali, data awal itu dari desa, sehingganya data sektoral seperti ini harus akurasi. Apalagi soal data gender dan anak ini masih saja bermasalah, karena kebanyakan tidak sesuai di lapangan, sehingga kami (pemerintah) berharap datanya harus lebih akurat dari desa,” jelas Fory usai kegiatan Bimtek E-Data Sektoral Kabupaten Gorontalo tahun 2021 yang berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Manado, Rabu (7/4) sore.
Terutama data dari desa, Forry meminta agar pemerintah desa belajar memperbaiki data. Sebab kata dia, sebelum sampai ke pemerintah kabupaten, data-data itu berasal dari desa. Ia pun mencontohkan penemuan pihaknya terhadap salah seorang anak disabilitas, yang tidak terdata di kabupaten.
“Nah Ini kan contohnya data yang bisa dikatakan tidak valid, karena tidak ada yang mengetahui, sehingga kalau data diperbarui otomatis, pasti pihak desa akan mengetahui, ini yang namanya data terintegrasi,” ungkapnya.
Terakhir Fory berharap, dengan adanya bimtek seperti ini, semua peserta dan terutama untuk aparat desa, agar kiranya dapat lebih mengetahui data lebih jelas dan akurat.
“Kami berharap semua peserta yang ikut bimtek kali ini, terlebih aparat desa, supaya mencari data itu yang penting dan alangkah baik kalian turun langsung di lapangan, karena data yang akurat itu berasal dari desa,” tandasnya.
Adapun kegiatan Bimtek E-Data Sektoral Kabupaten Gorontalo tahun 2021, diikuti oleh 189 aparat desa dan sembilan belas camat yang ada di Kabupaten Gorontalo.
Reporter: Fandiyanto Pou











