Dulohupa.id – Dinas Kominfo-Tik Provinsi Gorontalo mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden dugaan intimidasi yang dilakukan oknum ajudan Gubernur Gorontalo kepada seorang Wartawan Gorontalo belum lama ini.
Kadis Kominfo-Tik Masran Rauf mengklaim insiden yang berbuntut laporan ke pihak kepolisian ini adalah peristiwa yang tidak disengaja. Tak hanya itu, Masran juga mengklaim oknum ajudan itu sudah meminta maaf atas insiden ini.
Melalui press rilis yang disampaikan Diskominfo, Ajudan penjabat Gubernur Gorontalo Agus Suharto mengaku tidak menginjak kaki wartawan saat proses wawancara.
Agus mengaku saat itu ia didorong oleh seseorang ke arah wartawan yang tengah melakukan wawancara.
“Saya sadar, Kaki saya menyentuh kaki oknum wartawan.tapi tidak menginjak. Apalagi dengan sengaja,tidak. Saya terdorong ke depan, saat insiden itu saya dan okhum wartawan itu saling bertatap,” ujar ajudan penjagub Agus Suharto seperti yang tertuang dalam Rilis resmi Diskominfo-Tik Provinsi Gorontalo.
Olehnya, Agus mengaku terkejut saat dirinya telah dilaporkan ke pihak Kepolisian.
“Bagaimana bisa saya intimidasi di tengah keramaian. Apalagi pertanyaan wartawan, tidak ada yang mengusik siapapun, malah sangat normatif,” Tambah Agus dalam rilis itu.
Namun demikian, Agus meminta maaf kepada oknum wartawan, andaikan sikapnya dinilai mengintimidasi.
“Tidak ada niatan mengitimidasi. Saya cuma ajudan, saya tidak punya kapasitas mengintimidasi wartawan. Itu berlangsung secara tidak sengaja,” Tutupnya.
Sementara itu, dalam rilis itu Kadis Kominfo-Tik Provinsi Gorontalo Masran Rauf mengaku usai mendapat informasi terkait laporan polisi tersebut. Dirinya langsung meminta oknum ajudan Gubernur Gorontalo untuk menjelaskan kronologi kejadian itu.
“ Saya kaget juga terkait adanya aduan ke Polda Gorontalo. Sehingga itu saya langsung menghubungi oknum ajudan tersebut. Untuk menanyakan apa yang terjadi saat proses wawancara berlangsung,” ujarnya.
Masran mengatakan, dari pengakuan oknum ajudan tersebut, insiden dengan wartawan itu benar-benar tidak disengaja.
“Itu sama sekali tidak unsur kesengajaan. Tapi kata ajudan, ada dorongan dari arah belakang dan samping. Mungkin saat itu saya tanpa sengaja menginjak kaki wartawan. Untuk itu saya mohon maaf,” kata Kadis Kominfo-tik mengutip penjelasan oknum ajudan tersebut.
Masran Rauf sendiri menyesali insiden tersebut. Apalagi sampai berujung pada pelaporan ke Polda Gorontalo.
“ Saya bukan menghalangi kebebasan teman teman wartawan melaporkan ke polda. Tapi andaikan insiden ini bisa dikomunikasikan dengan kami, maka kesalapahaman ini bisa diselesaikan secara baik,” ujar Masran Rauf.
Lebih lanjut Masran mengatakan, Wartawan adalah mitra utama kominfo dan pemprov dalam bekerja, menyebar luaskan program pembangunan di jajaran Pemprov. Termasuk wartawan dari media Doluhupa.
Namun demikian, persoalan ini akan menjadi masukan bagi kominfo, dan akan disampaikan kepada penjabat gubernur, sebagai bahan evaluasi.
“Saya juga atas sebagai lembaga pemerintah provinsi Gorontalo yang berhubungan langsung dengan media dan pers, memohon maaf atas insiden tersebut,” ujar Kadis Kominfo Provinsi Gorontalo Masran Rauf.











