Dulohupa.id – Hari Idul Adha atau Kurban identik dengan sajian berbahan dasar daging, baik daging kambing ataupun daging sapi. Namun anda perlu mengingat bahwa daging mengandung banyak lemak jenuh sehingga bisa meningkatkan kolesterol tubuh.
Ketersediaan daging yang cukup banyak atau lebih banyak dari hari biasa, cenderung membuat Anda ingin segera mengolah seluruh daging menjadi berbagai sajian.
Hal ini sebaiknya Anda hindari, ya. Pasalnya, mengolah daging dalam jumlah banyak akan membuat Anda cenderung makan lebih banyak. Apalagi jika Anda mengolah daging dengan metode masak yang bervariasi, misalnya dengan menggoreng, memanggang, atau menjadikan makanan berkuah seperti santan.
Bisa Anda bayangkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh? Cara mengonsumsi daging kurban yang baik salah satunya dengan membatasi jumlah daging yang Anda olah dalam satu hari. Jika memang ada cukup banyak jumlah daging, Anda bisa menyimpan daging sisa tersebut dalam suhu beku untuk diolah di lain waktu.
Selain memperhatikan cara mengonsumsi daging yang baik, Anda juga sebaiknya memperhatikan cara mengolahnya. Salah satu kesalahan saat mengolahnya adalah tidak menghilangkan bagian berlemak pada daging. Apalagi pengolahan ini dibarengi dengan situasi yang membuat Anda cenderung makan daging lebih banyak.
Konsumsi daging berlemak dalam jumlah banyak akan membuat Anda menambah asupan lemak yang tinggi. Hal ini akan meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan timbunan lemak di pembuluh darah. Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah terhambat.
Pada gilirannya, endapan dalam darah dapat pecah tiba-tiba dan membentuk gumpalan penyebab serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, pastikan untuk menghilangkan bagian berlemak yang nampak pada daging, berupa garis atau serat putih dan bagian gajih. Anda bisa memotong atau mengiris bagian tersebut.
Jika ingin menikmati sajian khas di hari raya Idul adha, perhatikan beberapa tips berikut:
1. Memilih Jenis Daging
Tips sehat yang pertama adalah memilih jenis daging yang tepat. Berikut ini panduannya: Pilih daging yang bebas lemak, bagian paha atas merupakan bagian daging yang kandungan lemaknya paling sedikit. Buang bagian daging yang berlemak. Anda bisa menghilangkan serat mirip garis putih, atau gajih yang nampak pada daging saat masih mentah.
2. Gunakan Metode Memasak yang Tepat
Selain memilih bagian daging, Anda juga harus memperhatikan cara mengolah daging tersebut.
Berikut beberapa pilihan mengolah daging yang sehat: Merebus dengan bumbu rempah, selain lebih sehat dan enak Anda bisa sekaligus menghilangkan bau daging, memanggang, membakar, membuat daging asap, menghaluskan daging untuk kemudian dibuat menjadi olahan buatan sendiri yang rendah lemak, misalnya bakso.
Meskipun metode di atas dianggap aman, ahli gizi lebih merekomendasikan metode merebus. Metode lain, seperti membakar daging bisa meningkatkan kadar zat karsinogenik di dalam tubuh, zat yang dapat memicu kanker.
3. Menyajikan Daging dengan Makanan Tinggi Serat
Tips sehat makan daging kurban berikutnya adalah mengombinasikan konsumsinya dengan makanan yang kaya akan serat. Meskipun daging telah dihilangkan bagian lemak atau gajihnya, kandungan lemak yang ada dalam daging tentu masih tinggi.
Nah, serat menjadi salah satu zat gizi yang mampu menyerap dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Anda sebaiknya menyajikan daging dangan banyak makanan yang mendung serat, misalnya:
a. Umbi-umbian tinggi serat, misalnya kentang, ubi manis, atau umbi lainnya.
b. Serealia yang tinggi serat, misalnya beras merah atau sereal gandum.
c. Kacang-kacangan, misalnya kacang kedelai, kacang tanah, atau kacang merah.
d. Sayur dan buah-buahan, baik sebagai makanan pendamping, makanan penutup, atau minuman.
4. Menggunakan Bumbu Alami
Untuk Mengolah Daging Menu masakan daging khas Indonesia, umumnya memiliki banyak cita rasa khas alami. Ini berasal dari rempah yang digunakan. Ketika akan mengolah daging pun, Anda tentu membutuhkan bumbu untuk menambah kelezatan masakan.
Cara mengonsumsi daging kurban yang baik bisa Anda lakukan dengan mencermati penggunaan bumbu. Pilihlah bumbu alami saat mengolah daging.
Daun-daunan, bawang, rempah, dan bumbu alami bisa memberikan asupan fitonutrien yang baik untuk tubuh. Fitonutrien adalah senyawa alami yang berasal dari tumbuhan. Cara kerjanya adalah merangsang enzim di dalam tubuh sehingga dapat mencegah penyakit.
Jika masih ingin menggunakan bumbu kemasan siap saji, seperti garam, lemak, santan kental, kecap, atau gula, cobalah untuk membatasi penggunaannya. Hal ini dilakukan agar asupan gula, garam, dan lemak dalam tubuh tidak berlebihan.
5. Membatasi Porsi Konsumsi Daging Dalam Sehari
Meskipun sedang banyak tersaji, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi daging sepuasnya. Selalu batasi porsi daging paling banyak 3-4 porsi dalam sehari. Angka tersebut setara dengan 120-140 gram daging sapi atau kambing.
Jika terlalu banyak mengonsumsi daging sapi atau kambing, Anda bisa merasa mual dan pusing. Selain itu, hal ini juga akan berdampak pada sejumlah masalah kesehatan, seperti asam urat, hipertensi, obesitas, dan kolesterol tinggi.
Anda tetap bisa kok mengonsumsi berbagai sajian daging khas Iduladha, misalnya sate, gulai dengan santan cair, atau daging berbumbu, asalkan porsinya kecil dan tidak lebih dari batasan porsi di atas.
Itulah beberapa tips sehat makan daging kurban. Kini Anda bisa tetap mengonsumsi sajian khas Idul adha tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh, bukan?
Sumber : doktersehat.com












