Dulohupa.id- Sejumlah mahasiswa yang mengklaim diri sebagai aliansi mahasiswa peduli keadilan mempertanyakan keseriusan Polres Bone Bolango, dalam mengusut kasus pungutan liar oleh Forum Penambang. Hal itu terungkap dalam audiensi aliansi itu bersama Kasat Reskrim di salah satu warung kopi di Bone Bolango, Senin (15/3).
“Jadi yang sudah dilaporkan ke pihak polres ini, adalah kasus tentang dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di wilayah tambang Suwawa diduga dilakukan oleh forum penambang,” ungkap Fahricard Dewa Yustitio, Koordinator lapangan aksi tersebut kepada dulohupa.id.
Sebelumnya kata Fahricard, pihaknya sebetulnya akan menggelar aksi damai di beberapa titik, untuk merespon sikap kepolisian setempat yang terkesan lamban dalam menangani kasus itu. Sebab, masyarakat sudah melaporkan kasus itu sekitar sepuluh bulan lalu. Sementara kepolisian setempat juga sudah melalukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) bagi pelaku, dan sudah menemukan bukti.
Namun, ”Setelah diproses, hingga saat ini masih tahap penyelidikan sudah sekitaran 10 bulan” kata Fahricard.
Sementara itu, dalam pertemuannya dengan mahasiswa, Kasat Reskrim Bone Bolango, Sutrisno mengatakan, bahwa ia “Sudah jelaskan tadi dengan teman-teman, progres penanganan perkara dan tahapan-tahapannya kita sudah jelaskan kepada mereka,” ujar Sutrisno.
Nanti kelanjutannya, pihak kepolisian akan tetap menjalankan prosedur yang sesuai dengan aturannya. Lagian, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada 21 sanksi.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini, akan kita tingkatan statusnya. Kita akan gelarkan (perkaranya) apakah ada unsur pidana atau tidak,” jelas Sutrisno.
Sutrisno pun menjelaskan, bahwa dalam menangani kasus tersebut, pihaknya mengalami kendala. Misalnya para terlapor berada di lokasi tambang, dengan akses yang sulit. Mereka pun katanya, sudah melakukan pemanggilan, namun tidak mendapat respon positif.
“kita sudah melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan, Alhamdulillah kemarin kita sudah dapat dan kita sudah lakukan pemeriksaan,” tutup Sutrisno.
Reporter: Yusuf Konoli











