Scroll Untuk Lanjut Membaca
PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Mahasiswa KKN UNG Berdayakan Warga Buat Kerajinan dari Batok Kelapa

×

Mahasiswa KKN UNG Berdayakan Warga Buat Kerajinan dari Batok Kelapa

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN UNG
Mahasiswa KKN UNG di di Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Gorontalo. Foto/ist

Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menghadirkan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat. Kali ini melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa KKN yang di tempatkan di Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Gorontalo, menggelar pelatihan kerajinan batok kelapa.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar pelatihan inovasi produk ramah lingkungan dari batok kelapa.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Trifandi Lasalewo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Desa Permata,  bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Program ini berangkat dari potensi lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, yakni limbah batok kelapa yang cukup melimpah.

“Batok kelapa selama ini hanya dianggap sebagai limbah. Padahal, jika dikelola dengan sentuhan kreativitas, bisa menjadi produk bernilai ekonomi dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan keterampilan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Permata. Selain mendorong kemandirian ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal secara bijak dan berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan,” harapnya.

Kepala Desa Permata, Minggus Harun, menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN, yang melaksanakan pengabdian di Desanya. Menurutnya kerajinan dari batok kelapa memiliki potensi besar yang jika diolah dengan baik dapat menghasilkan nilai ekonomis untuk masyarakat.

Sementara itu Koordinator Desa KKN Permata, Lius Kaaba, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh warga selama pelaksanaan KKN. Ia menekankan bahwa batok kelapa yang sering dianggap sebagai limbah tak bernilai, bisa diubah menjadi peluang besar di tangan yang kreatif.

“Melalui program ini, kami mahasiswa KKN UNG ingin mengajak seluruh masyarakat untuk melihat potensi ini dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” pungkasnya.