Scroll Untuk Lanjut Membaca
LINGKUNGANNASIONAL

LIPI: Setiap Hari, 0,13 Ton Sampah Medis Cemari Sungai

84
×

LIPI: Setiap Hari, 0,13 Ton Sampah Medis Cemari Sungai

Sebarkan artikel ini
Sterilisasi sampah medis di Puskesmas Pamulang. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Sterilisasi sampah medis di Puskesmas Pamulang. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Dulohupa.id, Jakarta- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan sampah medis di muara sungai menuju Teluk Jakarta selama pandemi COVID-19. LIPI berhasil mengidentifikasi setidaknya tujuh tipe dan 19 kategori sampah menuju Teluk Jakarta melalui Sungai Marunda dan Cilincing di bulan Maret-April 2020.

Riset tersebut dilakukan LIPI melalui Pusat Penelitian Oseanografi, dengan hasil monitoring sampah APD semasa pandemi dalam jurnal Chemosphere berjudul “Unprecedented plastic-made personal protective equipment (PPE) debris in river outlets into Jakarta Bay during COVID-19 pandemic”.

Riset ini adalah kolaborasi peneliti LIPI M. Reza Cordova, Intan Suci Nurhati, Marindah Yulia Iswari dengan Prof. Etty Riani (IPB) dan Dr. Nurhasanah (UT).

Dalam laman resminya di lipi.go.id, peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, M. Reza Cordova menjelaskan, plastik mendominasi sampah di muara sungai sebanyak 46-57 persen dari total sampah yang ia temukan.

“Jumlah sampah secara umum yang sedikit meningkat atau sebesar lima persen, namun mengalami penurunan berat sebesar 23-28 persen,” paparnya.

Hal ini, menurutnya, menguatkan indikasi perubahan komposisi sampah semasa pandemi, yaitu meningkatnya sampah berbahan plastik yang relatif lebih ringan.

Lebih lanjut Reza menyebutkan, riset monitoring sampah di muara sungai ini mencatat kehadiran sampah APD, seperti masker medis, sarung tangan, pakaian hazmat, pelindung wajah, jas hujan, yang sangat mencolok dibandingkan dengan sebelum pandemi.