Dulohupa.id – Bangga dan terharu dirasakan Suparno Ahiri (50) dan Nur Sandi Dadu (49), orang tua dari Diki Wahyudi Ahiri (15) yang terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional mewakili Provinsi Gorontalo.
Suparno tak menyangka jika anaknya lolos Paskibraka dari hasil seleksi pada Bulan Mei lalu. Saat ini Diki tengah menjalani latihan di Istana Negara menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-78.
“Sangat bangga sekali, Allhamdulillah. Senang dan terharu, karena ini Paskibaraka Nasional. Tidak semudah itu bisa lolos. Saya juga kaget ada kabar Diki lolos seleksi,” Ujar Suparno saat ditemui Dulohupa di kediamannya, Senin (07/8/2023).
Pria yang biasa disapa Aba Wandu itu mengaku, jika anaknya sejak dulu ingin seperti Andika Ahiri yakni kakak Diki yang sebelumnya pernah menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Gorontalo Utara.
“Memang Diki ini sering dilatih oleh kakaknya sebelum terpilih menjadi anggota Paskibraka. Dilatih mulai baris berbaris, pelatihan fisik dan mentalnya,” Ungkapnya.
Hal yang sama juga turut dirasakan Ibu Diki, Nur Sandi. Menurutnya tak ada kata selain Syukur kepada Allah SWT yang bisa diucapkan. Nur mengaku Diki adalah sosok penurut kepada orang tua dan rajin beribadah.
“Dia selalu mengatakan, mama papa doakan terus saya, doakan saya bisa lolos seleksi di Paskibraka Provinsi. Tapi alhamdulillah malah ia juga terpilih di Paskibraka Nasional,” Imbuh Nur Sandi.

Diki bersama orang tua dan dua saudara kandungnya tinggal di sebuah rumah berdinding GRC di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Ayah Diki, Suparno diketahui seorang buruh kasar yang berprofesi kuli panggul di pasar Moluo. Sementara ibunya bekerja sebagai pedagang makanan mingguan di pasar setempat.
“Saya dari dulu bekerja sebagai kuli mulai kuli bangunan dan sekarang kuli di pasar. Tidak tiap hari di pasar karena pasar di Moluo itu hanya Senin dan Kamis. Jadi tidak setiap hari dapat penghasilan. Kalau angka barang di pasar itu, bisa dapat 150 sampai 200 ribu. Tergantung ada barang yang bisa di angkat, itupun bukan setiap hari,” Ujar Suparno.
“Begitu juga dengan istri saya, kalau jual makanan hanya setiap hari pasar. Untuk membiayai keluarga alhamdulillah masih cukup, meski mau hutang ke siapa demi kebutuhan,” Sambungnya.

Saat diwawancarai, kedua orang tua Diki tiba-tiba meneteskan air mata setelah mengaku kesulitan memberikan uang kepada anaknya saat mengikuti Paskibraka Provinsi hingga terpilih menjadi Paskibraka Nasional.
“Saya bilang ke dia, ti papa dan mama ini tidak ada uang. Tapi cuman dia bilang, doakan saja saya supaya lolos. Sampai ia terpilih, ia juga cuman minta doa. Karena anak ini memang tidak terbiasa selalu minta doi (Uang). Apalagi dia bilang ingin bercita-cita jadi TNI, saya bilang tidak ada doi. Tapi dia bilang lagi doakan saja. Pokoknya selalu itu dia minta, hanya doa,” imbuhnya.
“Saya juga berterima kasih kepada orang-orang yang membantu saya, serta pihak sekolah SMA 1 Kwandang, dinas pendidikan Gorut, Dispora dan pemerintah daerah,” pungkas Suparno.

Seperti diketahui, Diki Wahyudi Ahiri merupakan siswa SMA Negeri 1 Kwandang, Gorontalo Utara. Diki bersama 1 orang lainnya yakni Aqila Najwa Tojib dari MAN 1 Kota Gorontalo berhasil mewakili Provinsi Gorontalo ke Istana Negara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 pada Kamis (17/8/2023) mendatang.
Reporter Enda











