Gorontalo – Masuknya Kota Gorontalo dalam jajaran 10 besar kota paling aman di Indonesia dinilai menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Gorontalo untuk memperkuat kepercayaan dunia usaha, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas di daerah.
Kota Gorontalo, bahkan disebut menjadi satu-satunya daerah dari Pulau Sulawesi yang masuk dalam daftar tersebut. Dimana, daerah yang dipimpin Adhan Dambea bersama Indra Gobel ini, berada diposisi ketujuh dalam daftar kota paling aman dan nyaman di Indonesia.
Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Jeffry As. Rumampuk, mengatakan capaian tersebut harus dimaknai sebagai momentum untuk semakin memperkuat Kota Gorontalo sebagai daerah yang aman, nyaman dan terbuka bagi kegiatan ekonomi.
“Keamanan dan kenyamanan merupakan salah satu fondasi penting bagi aktivitas ekonomi. Karena itu, kami melihat kondisi ini sebagai modal untuk membangun kepercayaan dunia usaha dan membuka ruang investasi yang lebih besar di Kota Gorontalo,” ujar Jeffry.
Menurutnya, Pemerintah Kota Gorontalo tidak ingin berhenti pada pencapaian predikat tersebut. Kondisi keamanan dan ketertiban akan terus dijaga, bersamaan dengan upaya pemerintah memperbaiki berbagai aspek yang berkaitan dengan kegiatan usaha dan investasi.
“ Notif kami untuk para investor dan calon investor, Kota Gorontalo terbuka untuk investasi. Silakan melihat dan menangkap peluang usaha yang ada di kota ini. Pemerintah Kota Gorontalo siap memberikan perhatian dan dukungan sesuai kewenangan pemerintah,” tegasnya.
Jeffry mengatakan, dukungan tersebut akan diarahkan pada terciptanya iklim usaha yang kondusif, pelayanan pemerintahan yang baik, kemudahan dalam proses administrasi dan perizinan sesuai ketentuan, serta koordinasi lintas perangkat daerah apabila investor membutuhkan fasilitasi pemerintah.
“Investor jangan ragu datang ke Kota Gorontalo, pemerintah terbuka untuk berdiskusi, mendengar kebutuhan dunia usaha dan memberikan fasilitasi sesuai aturan yang berlaku. Prinsipnya, kalau investasinya memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, tentu akan kita dukung melalui mekanisme yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, masuknya investasi diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menciptakan keterhubungan dengan pelaku usaha lokal.
“Yang pemerintah harapkan, adalah investasi yang tumbuh bersama masyarakat. Ada tenaga kerja lokal yang terserap, ada UMKM yang mendapatkan peluang, ada sektor perdagangan dan jasa yang ikut bergerak. Jadi manfaat investasi bisa dirasakan lebih luas,” jelas Jeffry.
Menurutnya, Kota Gorontalo memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa di wilayah Gorontalo. Kondisi tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dilirik investor dalam melihat peluang pengembangan usaha.
Perkembangan ekonomi di tingkat Provinsi Gorontalo juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak. Data Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Gorontalo pada Triwulan I 2026 tumbuh 7,68 persen secara tahunan (y-on-y), sementara pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,20 persen (y-on-y).
Jeffry menegaskan, data pertumbuhan tersebut merupakan indikator tingkat Provinsi Gorontalo dan tidak secara langsung menggambarkan pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo. Namun, perkembangan ekonomi regional tersebut menjadi konteks penting, bagi pemerintah kota untuk terus memperkuat aktivitas ekonomi perkotaan.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi regional tersebut ikut membuka peluang bagi Kota Gorontalo. Karena itu, pemerintah kota akan terus memperkuat sektor perdagangan, jasa, UMKM dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” ujarnya.
Ia kembali mengajak pelaku usaha maupun calon investor untuk tidak hanya melihat Kota Gorontalo dari sisi pasar, tetapi juga dari sisi keamanan dan kenyamanan lingkungan usaha.
“Kota Gorontalo aman, masyarakatnya terbuka dan pemerintahnya siap berkomunikasi dengan dunia usaha. Bagi investor yang ingin mengembangkan usaha, kami persilakan datang dan melihat langsung potensi yang ada. Pemerintah Kota Gorontalo siap memberikan perhatian dan dukungan sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” kata Jeffry.
Ia menambahkan, menjaga keamanan dan menciptakan iklim usaha yang sehat merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Gorontalo membangun kepercayaan jangka panjang dengan dunia usaha.
“ Perlu kami tegaskan, predikat kota aman bukan tujuan akhir, namun adalah modal yang harus kita jaga. Selanjutnya bagaimana keamanan, pelayanan, kemudahan berusaha dan potensi ekonomi yang kita miliki dapat menjadi daya tarik bagi investor,” ujar dia.
” Pemerintah Kota Gorontalo berharap, semakin banyak pelaku usaha dan investor yang melihat Kota Gorontalo, sebagai salah satu pilihan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, sekaligus ikut menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian masyarakat,” Tutup Jeffry.











